Sekjen PPP: Tak Ada Rencana Gelar Muktamar Luar Biasa

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan bahwa Muktamar Luar Biasa (MLB) yang diusulkan oleh eksternal partai, bukan dari dewan pimpinan wilayah (DPW) atau dewan pimpinan cabang (DPC), tidak bisa diterima.
John Andhi Oktaveri | 14 Mei 2017 18:23 WIB

Kabar24.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan bahwa Muktamar Luar Biasa (MLB) yang diusulkan oleh eksternal partai, bukan dari dewan pimpinan wilayah (DPW) atau dewan pimpinan cabang (DPC), tidak bisa diterima.

Arsul menjelaskan bahwa MLB sudah diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, yaitu hanya bisa diselenggarakan jika ada permintaan minimal 2/3 DPW dan 2/3 DPC PPP seluruh Indonesia.

"Sampai saat ini tidak ada satupun DPW dan DPC PPP yang minta MLB [muktamar luar biasa]," kata Arsul kepada wartawan, Minggu (14/5/2017).

Menurutnya, wacana penyelenggaraan muktamar luar biasa tersebut hanya disuarakan dari eksternal partai. "Kalau ada orang di luar DPW dan DPC yang mengusulkan MLB ya tidak bisa," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Arsul mengakui  adanya usulan MLB oleh beberapa pihak di luar PPP seperti Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia, Usamah Hisyam.

Dia mengungkapkan sebagai Ketua Umum Parmusi, Usamah telah menyatakan membebaskan anggotanya untuk menyalurkan aspirasi politik ke parpol manapun.

"Seperti kita ketahui Usamah pernah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Banten, kemudian ke Nasdem dan belum pernah tercatat di daftar keanggotaan menjadi anggota kembali di PPP," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa kader internal dan eksternal PPP membentuk Majelis Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (MP-PPP) dan berniat menyelenggarakan musyawarah nasional ulama untuk mendamaikan dua kubu yang bertikai. Kedua kubu itu adalah kubu Muhammad Romahurmuziy dan kubu Djan Farid.

Tag : ppp, kisruh ppp
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top