Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Luhut Pandjaitan: Tak Ada Alasan Reklamasi Berhenti

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sampai saat ini tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membatalkan proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan./JIBI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan./JIBI

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sampai saat ini tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membatalkan proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.

Dia mengatakan bila reklamasi dihentikan, maka ketinggian daratan Jakarta akan turun hingga 8—23 sentimeter dari posisi saat ini.

“Tidak ada alasan kita membatalkan sampai hari ini ya, saya enggak tau nanti. Tapi mestinya tidak ada. Kalau itu tidak kita laksanakan, Jakarta akan turun 8-23 sentimeter,” katanya, di Kantor Wakil Presiden, Senin (8/5/2017).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan berkeinginan untuk menyetop proyek reklamasi dalam janji kampanyenya. Mengenai perbedaan visi reklamasi ini, Luhut mengatakan belum berkomunikasi dengan Anies.

“Ya saya yang mengerjakan nanti, tunggu terserah mereka saja,” katanya.

Dia melanjutkan, “Saya enggak lihat ada alasan, tapi kalau mau disetop, ya bikin saja situ setop, nanti kalau sudah Jakarta tenggelam atau menurun, ya tanggung jawab. Jadi, jangan lari dari tanggung jawab di kemudian hari.”

Adapun, dia menegaskan bahwa proyek reklamasi memiliki landasan hukum yang sangat kuat untuk diteruskan.

"Oh, sudah ada semua kajiannya itu dari mulai Kepresnya Pak Harto, jangan keliru lho, sama Keppresnya Pak SBY, lho. Jadi, konsistensi kita sudah jelas itu, bukan di zamannya Pak Jokowi, jangan dikaitkan sama Pak Jokowi," kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper