Pemilu Prancis: Optisme Pasar Naik

Para pelaku pasar menanggapi positif hasil pemungutan suara pemilihan Presiden Prancis yang meloloskan dua calon kuat Emmanuel Macron dan Marine Le Pen ke putaran kedua.
Yustinus Andri DP | 24 April 2017 19:45 WIB

Kabar24.com, JAKARTA— Para pelaku pasar menanggapi positif hasil pemungutan suara pemilihan Presiden Prancis yang meloloskan dua calon kuat Emmanuel Macron dan Marine Le Pen ke putaran kedua.

Hasil ini membuat nilai tukar euro terhadap dolar AS melonjak  ke level tertingginya selama lima bulan terakhir, yakni sebesar 1,24% ke 1.0861 pada Senin (24/4/2017). Adapun indeks S&P 500 juga melesat hingga 1,1%.

Sejumlah pengamat mengatakan, kenaikan optimisme pasar ini lebih disebabkan oleh besarnya peluang Macron memenangi kontestasi bursa presiden di Prancis. Hal itu pun diperkuat oleh prediksi dari sejumlah lembaga survei yang menyebutkan Macron akan unggul di atas Le Pen pada puataran kedua.

Adapun, salah satu lembaga survei yang memperdiksikan kemenangan macron di putaran kedua besok adalah Ipsos. Lembaga itu memrediksi, calon presiden yang mengusung isu perlindungan buruh dan pro-Uni Eropa itu akan meraup 62% suara.

“Hasil ini mencerminkan optimisme bahwa risiko gejolak politik dari Uni Eropa bakal mengecil. Sektor perbankan eropa akan mendapatkan keuntungan dari situasi ini,” ujar Jonathan Stubbs dari Citigroup Inc. seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (24/4/2017).

Seperti diketahui, dalam jajak pendapat putaran pertama, Macron berhasil menghimpun suara 24,10% dan Le Pen dengan 21,80%. Hasil itu membuat keduanya lolos dalam pemilu putaran kedua pada 7 mei mendatang. Keduanya menyisihkan tiga kandidat lainnya seperti Francois Fillon, Jean-Luc Mélenchon, dan Benoît Hamon.

Macron pun dinilai sebagai kandidat yang tepat bagi Perancis lantaran mendeklarasikan diri sebagai pemimpin yang mengambil posisi tengah. Berbeda dengan Le Pen yang mengambil jalur politik ultra kanan, atau Jean-Luc Mélenchon, dan Benoît Hamon yang cenderung beraliran kiri.

“Macron adalah calon presiden yang dianggap ramah bisnis dan pro-Uni Eropa. Namun, dia akan cukup sulit bergerak bebas saat memimpin karena partainya relatif baru dan tidak menguasai mayoritas parlemen,” kata  analis BlackRock Inc. Richard Turnill

Senada, Stephan Barbier de la Serre, ahli strategi di Makor Capital Markets SA mengatakan optimisme pada kemenangan Macron  di putaran kedua, telah membuat tekanan pada saham dan obligasi Prancis mereda. Secara global ketakutan pasar terhadap keluarnya Perancis dari Uni Eropa (Frexit /France Exit) akan terus mereda.

“Namun dengan catatan, Macron harus bisa mempertahankan kuenggulan suara untuknya dengan suara untuk Le Pen hingga jajak pendapat putaran kedua nanti. Supaya kepercayaan pasar bertahan,” katanya.

Sumber : Bloomberg

Tag : prancis, Pilpres Prancis
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top