Dua Polisi Tewas, Kenapa Paris Kerap Diguncang Teror?

Paris, Prancis diguncang aksi penembakan ke arah Polisi. Berlokasi di di Champs-Elysees, Paris, seorang pria membrondongkan senjata setelah turun dari mobil, Kamis (20/4/2017) atau Jumat (21/4/2017) dinihari WIB.
Martin Sihombing | 21 April 2017 14:34 WIB
Polisi mengamankan jalan yang tengah diselidiki di Champs Elysees Avenue setelah seorang polisi tewas ditembak dalam peristiwa penembakan di Paris, Prancis, Kamis (20/4/2017) - Reuters

Bisnis.com, PARIS - Paris, Prancis diguncang aksi teror berupa penembakan ke arah Polisi. Berlokasi di Champs-Elysees, Paris, seorang pria membrondongkan senjata setelah turun dari mobil, Kamis (20/4/2017) atau Jumat (21/4/2017) dinihari WIB.

Prancis sejak 2015 berada di bawah status darurat dan telah mengalami serentetan serangan oleh kalangan garis keras, yang menewaskan lebih dari 230 orang dalam dua tahun terakhir.

Sebelumnya pada awal pekan ini, dua pria di Marseille ditangkap. Kepolisian mengatakan keduanya telah merencanakan untuk melakukan serangan menjelang pemilihan.

SAKSI

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa seorang pria keluar dari satu mobil di tempat kejadian dan mulai memuntahkan peluru dari senapan mesin. Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan terlalu dini untuk mengatakan motif dibalik penembakan itu. Namun, kementerian menjelaskan bahwa serangan itu sengaja menargetkan polisi.

Kejaksaan Prancis mengatakan bagian kontraterorisme kantor kejaksaan telah mulai melakukan penyelidikan.

Penyerang tersebut ditembak mati setelah ia melancarkan tembakan ke arah polisi di Champs-Elysees hingga langsung menewaskan satu polisi dan melukai satu lainnya.

Police conduct an investigation near the Champs Elysees Avenue after a shooting incident in Paris

Kejadian maut itu muncul pada saat para warga Prancis bersiap-siap untuk mendatangi tempat pemungutan, Minggu, untuk memberikan suara pada pemilihan presiden.

Dari dua polisi yang luka, satu di antaranya, akhirnya tewas karena luka-luka yang dialaminya ketika ia ditembak seorang penyerang di Paris pusat pada Kamis petang, kata sumber di kepolisian.

Kepolisian mengatakan pencarian sedang dilakukan di tempat tinggal seorang penyerang di Paris timur.

Penyerang itu sendiri ditembak mati setelah ia melancarkan tembakan ke arah polisi di Champs-Elysees hingga langsung menewaskan satu polisi dan melukai satu lainnya.

Menurut laporan sebelumnya, kepolisian dan kementerian dalam negeri mengungkapkan bahwa satu polisi terbunuh dan dua lainnya terluka dalam penembakan di Paris pusat pada Kamis malam.

Masked police stand on top of their vehicle on the Champs Elysees Avenue after a shooting incident in Paris

Penembakan, yang juga menewaskan si penyerang, terjadi di pusat perbelanjaan Champs-Elysees hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan pemilihan presiden Prancis.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa seorang pria keluar dari satu mobil di tempat kejadian dan mulai memuntahkan peluru dari senapan mesin.

Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.

Namun, tiga sumber di kalangan kepolisian mengatakan penembakan itu kemungkinan merupakan percobaan perampokan bersenjata.

Kepolisian meminta masyarakat untuk menghindari lokasi kejadian.

Gambar televisi memperlihatkan monumen Arc de Triomphe serta setengah wilayah Champs Elysees dipenuhi kendaraan-kendaraan polisi, sorotan lampu serta personel kepolisian bersenjata berat yang menutup lokasi insiden. Menurut seorang wartawan, saat itu terjadi adu tembak sengit di dekat toko Marks and Spencers.

Kejadian maut itu muncul pada saat para warga Prancis bersiap-siap untuk mendatangi tempat pemungutan, Minggu, untuk memberikan suara pada pemilihan presiden.

Masked police stand on top of their vehicle on the Champs Elysees Avenue after a shooting incident in Paris

Prancis sejak 2015 berada di bawah status darurat dan telah mengalami serentetan serangan oleh kalangan garis keras, yang menewaskan lebih dari 230 orang dalam dua tahun terakhir.

Sebelumnya pada awal pekan ini, dua pria di Marseille ditangkap. Kepolisian mengatakan keduanya telah merencanakan untuk melakukan serangan menjelang pemilihan.

Sumber : Reuters

Tag : ISIS, Teror Paris
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top