Mata Kanan Novel Baswedan Sudah Bisa Membaca

Mata kanan penyidik KPK Novel Baswedan sudah dapat membaca tulisan, sedangkan penglihatan mata kirinya masih kabur setelah dirawat di Singapore National Eye Centre (SNEC).
Newswire | 21 April 2017 00:27 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berada di kursi roda saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta, Selasa (11/4). - Antara/Aprillio Akbar

Kabar24.com, JAKARTA - Mata kanan penyidik KPK Novel Baswedan sudah dapat membaca tulisan, sedangkan penglihatan mata kirinya masih kabur setelah dirawat di Singapore National Eye Centre (SNEC).

"Sampai hari ini terdapat perkembangan yang cukup baik, baik tes mata angka dan huruf, mata kanan mengalami perkembangan signifikan dan telah dapat membaca tulisan seukuran judul surat kabar dan mengenali wajah, namun mata kiri masih kabur," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (21/4/2017).

Pada 11 April 2017 lalu, seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai mata Novel sehingga ia pun dibawa ke SNEC pada 12 April 2017.

"Hari ini Novel juga diperiksa mendalam oleh dokter ahli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dan hasil pemeriksaannya terdapat luka bakar akibat asam di rongga hidung Novel," tambah Febri.

Rongga hidung sebelah kanan mengalami luka bakar di bagian luar rongga, sementara untuk rongga hidung sebelah kiri mengalami luka bakar sampai ke bagian atas rongga hidung yang terletak dekat mata.

"Tidak ada luka bakar pada saluran dalam pernafasan dan dokter juga sudah melakukan pembersihan rongga hidung dan dikeluarkan cukup banyak darah baik darah beku maupun darah dalam bentuk lendir yang menumpuk di kedua rongga hidung," ungkap Febri.

Saat ini tim dokter Singapura pun sedang menunggu proses pertumbuhan kulit bagian rongga hidung yang terbakar tersebut.

"Tekanan mata kiri dan kanan baik yaitu 16, pertumbuhan selaput mata bagian putih baik tapi selaput mata bagian hitam atau kornea belum tumbuh sama sekali," jelas Febri.

Dari foto mata yang dilakukan pada Rabu (19/4/2017), dokter menerangkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan akibat zat asam ini cukup parah, khsusnya mata kiri.

"Terdapat tiga alternatif pengobatan yang akan dilakukan yaitu pertama menungu selaput mata tumbuh alami; kedua bila pertumbuhan selaput mata lambat atau terhenti maka akan dipancing pertumbuhannya dengan menggunakan membran yang terdapat pada plasenta bayi; atau pilihan terburuk adalah jika selaput mata tidak tumbuh terutama di bagian kornea. Bila hal itu terjadi maka dokter akan mempertimbangkan risiko kegagalan jika pencangkokan dilakukan," kata Febri.

Hingga saat ini polisi masih mencari dua pelaku penyerangan Novel.

Polisi mendapatkan barang bukti berupa cangkir sebagai wadah untuk menyimpan air keras dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa belasan saksi serta rekaman CCTV yang ada di rumah Novel terkait perkara itu.

Teror terhadap Novel ini bukanlah yang pertama terjadi, ia sudah beberapa kali mendapatkan teror antara lain ditabrak mobil saat menuju ke KPK ketika mengendarai motor pada 2016, kriminalisasi dengan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Bengkulu (2015), hingga diserang kelompok pendukung Amran Batalipu hingga motornya ringsek pada 2012.

Sumber : Antara

Tag : korupsi e-ktp
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top