Sandi: Reklamasi No, Program Ahok Yang Baik Dilanjutkan

Calon wakil gubenur DKI Jakrta terpilih Sandiaga Uno menegaskan bahwa dirinya bersama Anies Baswedan akan melanjutkan program-program petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang bagus dan layak dipertahankan.
John Andhi Oktaveri | 20 April 2017 09:15 WIB
Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno berpose, seusai memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, Rabu (19/4). - Antara/Dedi Wijaya

Kabar24.com, JAKARTA — Calon wakil gubenur DKI Jakrta terpilih Sandiaga Uno menegaskan bahwa dirinya bersama Anies Baswedan akan melanjutkan program-program petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang bagus dan layak dipertahankan.

"Jangan sampai program yang sudah baik digantikan programnya," ujar Sandiaga dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (20/4).

Setelah nanti ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU DKI dan resmi dilantik, Sandiaga juga menyatakan akan memenuhi janji saat kampanye. Dua janji kampanyenya bersama Anies yang cukup mendapat perhatian publik adalah menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta dan Down Payment (DP) 0 rupiah untuk kepemilikan rumah.

Terkait proyek reklamasi, Sandi kembali menegaskan bahwa dia tidak akan melanjutkan program tersebut. Pasalnya proyek ini tidak sesuai dengan kemaslahatan masyarakat luas.

"Insya Allah amanah ini kami akan menghentikan reklamasi. Akan kami sampaikan sesuai janji kami sebelumnya. Karena pembangunan pesisir merupakan warga Jakarta juga," ujarnya.

Menurut dia, untuk program DP nol rupiah akan dikomunikasikan dengan DPRD DKI Jakarta dan pihak terkait. Sandi menyadari program itu bertujuan untuk membantu warga DKI yang belum memiliki rumah.

"Program DP 0 Rupiah harus disiapkan payung hukumnya yaitu komunikasi dengan DPRD dan stakeholder terkait. Bagaimana payung hukumnya yaitu adanya perda," kata Sandi.

Kemudian, soal rencana 100 hari pertama, Sandiaga mengatakan akan aktif melakukan 'jemput bola'. Artinya, jemput bola ini dengan aktif menghampiri semua pihak, termasuk pemangku kepentingan dalam persoalan Jakarta dengan berkomunikasi.

"Membangun persatuan harus segera kami lakukan, kami akan jemput bola. Kami akan menghampiri semua pihak, termasuk pemangku kepentingan. Seperti pihak yang belum mendukung kami dalam proses pilkada," ujarnya.

Berdasarkan hitung cepat, pasangan Cagub dan Cawagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga unggul dari pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Kalau segala sesuatunya berjalan lancar maka enam bulan lagi Jakarta akan resmi dipimpin oleh gubernur baru, Anies Baswedan.

Tag : Pilkada DKI 2017
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top