PANGAN RAMADAN: Kesepakatan Ritel Modern Masuk Jadi Andalan Kemendag

Kementerian Perdagangan meminta pemerintah daerah lebih aktif memperkuat kontrol harga terhadap komoditas pokok yang kerapkali mengalami kenaikan tak terduga saat Ramadan dan Lebaran.
Heri Faisal | 13 April 2017 13:09 WIB
Ilustrasi. - .Bisnis/Rachman

Bisnis.com, PADANG— Kementerian Perdagangan mendorong pemerintah daerah lebih aktif memperkuat pengawasan harga atas  komoditas pokok yang sering mengalami kenaikan tak terduga saat Ramadan dan Lebaran.

Suhanto, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag mengatakan sudah ada kesepakatan antara pemerintah dengan distributor ritel modern dengan menetapkan batas harga tertinggi untuk tiga komoditas, yaitu gula, minyak goreng dan daging sapi.

“Biasanya menjelang Ramadan, harga pangan cenderung naik. Untuk itu, sudah ada kesepakatan dengan distributor ritel modern agar menjual tidak melebihi harga batas atas yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurutnya, meski sudah ada kesepakatan, implementasi di lapangan perlu diawasi dan menjadi domain pemerintah daerah untuk lebih aktif mengontrol pasokan dan stabilitas harga komoditas pokok di daerahnya.

Harapannya, gerakan masif di seluruh wilayah itu akan mampu menstabilkan harga komoditas saat permintaa naik, sehingga inflasi menjadi lebih terkendali.

Dia menuturkan sesuai UU No.7/2014 pemerintah memiliki kewenangan untuk mengatur harga eceran tertinggi bahan kebutuhan pokok.

“Sudah ada kesepakatan bahwa HET untuk gula Rp12.500 per kg, minyak goreng Rp11.000 per liter, dan daging beku Rp80.000 per kg,” ujar Suhanto.

Saat ini, imbuhnya, stok yang dipantau Kemendag di sejumlah daerah sudah mencukupi. Pemerintah juga menyiapkan skema operasi pasar untuk mendukung upaya stabilitas harga di pasaran.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta bupati/wali kota se Sumbar agar lebih aktif mengawasi dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas pokok di wilayahnya.

“Kalau memang naik karena permintaan meningkat, setidaknya naiknya jangan terlalu tinggi. Sehingga inflasi tetap terkendali,” katanya.

Irwan meminta kepala daerah mengimbau masyarakat untuk berbelanja secukupnya di bulan Ramadan, sehingga tidak ada peningkatan permintaan pasokan barang secara signifikan yang berpotensi mengerek laju inflasi.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Nkaimi mengatakan lembaganya siap memasok kebutuhan kebutuhan pokok ke ritel modern di daerah itu, terutama gula, beras, dan minyak goreng.

“Kami siap pasok, karena sebagian sudah tersedia di gudang Bulog,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini gula sudah dipasok ke sejumlah ritel modern di Sumbar sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Di Sumbar, gula merupakan salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga saat momen Ramadan dan Lebaran.

Sementara itu, untuk daging beku, Bulog Sumbar tidak memiliki stok, namun jika diperlukan perseroan siap menyuplai kebutuhan tersebut.

Adapun, untuk beras, Bulog mengklaim cadangan mencapai 20.000 ton yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Bahkan, jumlah itu dinilai cukup untuk kebutuhan lima bulan ke depan.

“Sekarang, stok kami ada 20.000 ton untuk lima bulan. Jadi tidak hanya untuk bulan puasa, tetapi setelahnya juga masih aman. Dalam waktu dekat juga akan datang lagi 3.000 ton,” kata Benhur.

 

Tag : sumbar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top