Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fisikawan Muda Indonesia Paparkan Riset Energi di Cambridge University Inggris

Dua mahasiswa Indonesia dari Teknik Fisika Telkom University yakni Syammary Naufal dan Zsi Zsi Meydwika Andwitri, berhasil membawa hasil riset di ajang global bergengsi ke Cambridge University, Inggris, dalam helatan International Conferences on Industrial Technology and Management (ICITM) 2017.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 22 Maret 2017  |  18:33 WIB
Mahasiswa Indonesia dalam International Conferences on Industrial Technology and Management (ICITM) 2017 - istimewa
Mahasiswa Indonesia dalam International Conferences on Industrial Technology and Management (ICITM) 2017 - istimewa

Kabar24.com, BANDUNG - Dua mahasiswa Indonesia dari Teknik Fisika Telkom University yakni Syammary Naufal dan Zsi Zsi Meydwika Andwitri, berhasil membawa hasil riset di ajang global bergengsi ke Cambridge University, Inggris, dalam helatan International Conferences on Industrial Technology and Management (ICITM) 2017.

Riset fisikawan muda Telkom University ini di bawah bimbingan langsung peneliti senior Teknik Fisika Abrar Ismardi dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gandi Sugandi.

Konferensi yang diselenggarakan di Clare College, Cambridge University Inggris, pada 7-10 Maret 2017 lalu ini diikuti oleh lebih dari 23 negara, di antaranya Taiwan, Malaysia, China, Oman, Jepang, Saudi Arabia, Thailand, Norwegia, Meksiko, Jerman, Inggris, Hongkong, Indonesia, dll, dari 159 paper yang disubmit, telah lolos 103 paper termasuk riset fisikawan muda dari Tekni Fisika Telkom University.

Secara teknis, riset yang mengusung judul Simulation and Characterization of Symmetrical Planar Sping FR4-Based for Electrodynamic Vibration Energy Harvesting ini merupakan upaya untuk menciptakan alat memproduksi energi dari proses getaran, alat tersebut berupa micro devices yang berukuran 25mm kali 25mm.

Dari hasil riset devices tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik sekira 500 hingga 1000 mV (miliVolt). Dengan sumber pokok energi berasal dari getaran (Hertz), atau akrab dikenal dengan istilah EVEH (Electro Dynamics Energy Harvesting).

Melalui rilis yang diterima Bisnis pada Rabu (22/3/2017), Salah satu mahasiswa, Syammary Nauval mengatakan jika riset yang dia lakukan dengan rekannya ini merupakan bagian dari tugas akhir dan kerja kolektif bersama pembimbing.

“Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melakukan riset ini, terutama sekali atas dukungan pembimbing dan Telkom University, juga LIPI. Semoga apa yang kami upayakan menjadi awal dari kemandirian energi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Telkom University Profesor Mochamad Ashari mengatakan pihaknya tidak akan ragu-ragu dalam mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi dalam riset demi terwujudnya ketersalingan Universitas dan Industri yang lebih baik.

“Komitmen ini kami bangun berlahan, kami punya perhatian khusus terkait pengembangan energi berbasis teknologi, terutama untuk mendukung para fisikawan muda potensial untuk terus berinovasi, agar kerja-kerja riset kami semakin banyak berdampak kepada kebutuhan masyarakat luas,” katanya.

Adapun prinsip kerja micro devices tersebut menggunakan hukum Faraday dan Frekunsi Resonansi. Alat terdiri dari membran tipis dari bahan PCB-FR4, yang dibuat dengan metode laser cutting, serta magnet yang di tempel pada membran tersebut, kemudian di kelilingi kumparan.

Di mana ketika terjadi getaran pada membran yang di pengaruhi lingkungan akibat proses resonansi, akan terjdi gaya gerak listrik karena pengaruh gerakan antara magnet dan kumparan. Maka di ujung-ujung kumparan akan di hasilkan tegangan energi.

Dalam pertemuan di Cambridge University, Inggris, ratusan peneliti dari seluruh dunia saling berkompetisi mempresentasikan hasil risetnya di hadapan seluruh peserta yang terdiri dari mahasiswa di semua strata, Guru Besar bidang teknologi, Peneliti dan Industri.

Publikasi riset tersebut juga akan masuk dalam Jurnal terindex dunia oleh IEEE yang terindex Scopus, Ei Compendex. Di mana index tersebut di kalangan peneliti dunia berbasis akademik merupakan prestisius.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top