Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala Sekolah Layaknya Manajer Kuatkan Pendidikan Karakter

Layaknya manajer, kepala sekolah haruslah memiliki kemampuan mumpuni untuk menjaring dan mengelola partisipasi guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, agar kolaborasi partisipasi tersebut memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 09 November 2016  |  17:40 WIB
Ilustrasi-Siswa Sekolah Dasar - Antara
Ilustrasi-Siswa Sekolah Dasar - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Layaknya manajer, kepala sekolah haruslah memiliki kemampuan mumpuni untuk menjaring dan mengelola partisipasi guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, agar kolaborasi partisipasi tersebut memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SAM) Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman mengatakan sumber belajar bagi siswa itu beragam melalui dukungan masyarakat, seperti orang tua, pegiat seni, komite sekolah, lembaga pemerintah.

"Untuk itu, kepala sekolah harus mampu memanfaatkan sebaik-baiknya semua sumber belajar  itu,” ujar Arie seperti dikutip Kemdikbud.go.id, Rabu (9/11/2016).

Selanjutnya, kepala sekolah dapat membangun jejaring pihak-pihak ini secara holistik dan terintegrasi. Harapannya, peserta didik bukan hanya belajar pendidikan karakter di kelas tapi juga di luar kelas.

Menurutnya, terdapat lima nilai yang menjadi referensi utama dari sosialisasi penguatan pendidikan karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Lima nilai utama ini akan diturunkan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter yang diperlukan siswa.

Arie menjelaskan kelima nilai itu merupakan kristalisasi dari karakter yang mengakar di bangsa Indonesia.

Pertama, nilai religius. Indonesia itu sebagai negara berketuhanan yang maha esa, tentu karakter religius harus ada. Kemudian, nilai itu diturunkan menjadi saling menghargai, toleransi antar umat beragama, berakhlak dan moral tinggi.

Kedua, nilai nasionalisme mengacu pada corak keberagaman yang dimiliki, sehingga nasionalisme sangat penting. “Nanti, turunannya itu adalah bangga dan cinta dengan bangsanya, giat membela negara, mencintai dan memahami keberagaman itu di dalam bingkai kesatuan,” jelasnya.

Ketiga, nilai kemandirian mengacu kepada kesadaran pentingnya menjadi mandiri untuk generasi penerus bangsa, yaitu bagaimana menjadi tangguh, dan memiliki daya juang tinggi.

Keempat, nilai gotong royong yang mengaju kepada saling tolong menolong sebagai bangsa Indonesia.

Kelima, nilai integritas yang menitikberatkan kepada kejujuran.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah karakter
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top