Mendikbud Minta Penyaluran KIP di Daerah Dipercepat

Muhadjir Effendy mengimbau kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dapat berperan aktif membantu penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Provinsi Kalimantan Utara.
Dika Irawan | 02 November 2016 17:25 WIB
Warga menunjukkan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Dalam Peluncuran Bantuan Pendidikan Kaltara Cerdas yang diselenggarakan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (01/11/2016) lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dapat berperan aktif membantu penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Provinsi Kalimantan Utara.
 
“Kami mohon bantuan kepala dinas, kepala sekolah, dan guru untuk proaktif membantu dalam penyaluran KIP di Provinsi Kaltara. Bapak dan Ibu dapat bekerjasama dengan kepala desa, atau kelurahan sebagai upaya percepatan penyaluran KIP," ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip Kemdikbud.go.id, Rabu (12/11/2016).
 
Program Indonesia Pintar (PIP) dengan menyalurkan KIP, merupakan upaya pemerintah menjamin anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan jaminan pendidikan yang layak hingga sekolah menengah.

“PIP juga dapat mendukung Program Pendidikan Kaltara Cerdas, membantu adik-adik kita dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan hingga sekolah menengah,” tutur Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini, Mendikbud juga memberikan pesan kepada para pegiat pedidikan di Provinsi Kaltara memberikan penguatan terhadap Pendidikan Karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi.

“Terdapat tiga fokus pendidikan yang harus kita laksanakan, yakni memberikan akses pendidikan, perkuat pendidikan karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi,” ujarnya.
 
Terdapat empat pendidikan vokasi yang menjadi prioritas pemerintah, yakni pariwisata, kemaritiman, ketahanan pangan, dan industri kreatif. Keunggulan pendidikan vokasi yang dapat membawa kemajuan Indonesia di masa mendatang dengan mencetak sumberdaya manusia yang kompetitif dan berdaya saing.

“Saya harap Kaltara dapat mengembangkan, dan menjadi contoh penenerapan pendidikan vokasi yang hebat,” pesan Mendikbud.

Tag : kemendikbud, Kartu Indonesia Pintar
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top