Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Amplop Buat Kasubdit, Polisi akan Periksa Sejumlah Pejabat Kemenhub

Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya akan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pejabat di tubuh Kementerian Perhubungan terkait kasus pungutan liar.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 14 Oktober 2016  |  20:08 WIB
Pungli - istimewa
Pungli - istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya akan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pejabat di tubuh Kementerian Perhubungan terkait kasus pungutan liar.

"Akan kita jadwalkan," kata Dirkrimsus Pilda Metro Jaya Kombes Fadil Imran ketika ditanya sehubungan dengan pemeriksaan sejumlah pejabat di Kemenhub, Jumat (14/10/2016).

Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Gedung Kementerian Perhubungan khususnya di Direktorat Jendral Perhubungan Laut pada Selasa (11/10/2016), ditemukan sejumlah amplop bertuliskan nama-nama pejabat setingkat kasi dan kasubdit.

Polisi juga menyebutkan berdasarkan pengakuan tersangka, tindakan pungli dilakukan atas sepengetahuan dan instruksi dari atasan mereka. Namun, hal ini masih perlu untuj didalami lebih lanjut dan dibuktikan. Tindakan ini juga disebut sudah terjadi untuk waktu yang cukup lama.

Sebelumnya, Rabu (13/10/2016), pihak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah rekaman CCTV untuk melengkapi alat bukti.

Sejauh ini, selain rekaman CCTV dan sejumlah amplop, polisi juga telah menyita beberapa unit ponsel pintar, sejumlah buku tabungan dengan saldo toral sekitar Rp1 miliar, sejumlah dokumen, dan ATM.

Sementara itu, terkait tiga tersangka yang sudah diamankan yakni MS (Kasi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal), ES (Ahli Ukur Kemenhub) dan AR (petugas loket), Fadil menyebut pihaknya sedang melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). "Masih bereskan BAP tersangka dulu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pungli kemenhub
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top