Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Sentra Batu Akik Rusak Artefak Purbakala

Balai Arkeologi Yogyakarta mencermati kerusakan artefak-artefak situs prasejarah di aliran Sungai Oya di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menurun pascatren batu akik beberapa waktu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2016  |  15:49 WIB
Batu akik - Antara
Batu akik - Antara

Bisnis.com, SLEMAN - Demam batu akik telah membuat batu-batu artefak mengalami kerusakan. Beruntung, saat ini demam batu akik sudah jauh menurun.

Balai Arkeologi Yogyakarta mencermati kerusakan artefak-artefak situs prasejarah di aliran Sungai Oya di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menurun pascatren batu akik beberapa waktu lalu.

"Dalam pengamatan kami, sekarang sebenarnya sudah agak berkurang penyelewenangan berupa perusakan artefak di Sungai Oya dari masyarakat. Tapi sampai sekarang masih ada," kata Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani di Sleman, Minggu (11/9/2016).

Menurut dia, orang-orang yang masih melakukan perusakan artefak di Sungai Oya hanya tertentu.

"Mereka pura-pura tidak tahu kalau itu sebenarnya suatu artefak. Di Gunung Kidul, di Pacitan, Jawa Timur, banyak ditemukan perusakan," katanya.

Ia mengatakan, mereka membuat artefak tersebut dijadikan sebagai batu akik. Kemudian diperjual-belikan. Selain itu juga dipakai untuk pengeras jalan.

"Sentra-sentra pembuatan batu akik itu banyak yang menggunakan artefak," katanya.

Indah mengatakan, sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta, bahkan lintas sektoral seperti bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta maupun di Vulkanologi.

"Sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat, termasuk melalui pameran dan ceramah-ceramah," katanya.

Ia mengatakan, secara kuantitas, artefak memang banyak ditemukan di aliran Sungai Oya yang melewati Gunung Kidul dan Pacitan. Meski selama ini, di dua daerah tersebut belum juga ada temuan fosil manusia purba.

"Artefak yang ditemukan digunakan pada zaman paleolitikum dan mezolitikum. Selain itu pula banyak juga fosil hewan purba. Artefak maupun fosil ini yang digunakan untuk membuat batu akik maupun pengeras jalan," katanya.

Balai Arkeologi Yogyakarta kembali melakukan survei di aliran Sungai Oya untuk bisa menemukan lebih banyak lagi artefak, terutama yang terkait dengan kehidupan manusia purba. "Survei ke bagian timur ke arah Pacitan, Jawa Timur," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu akik

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top