Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suap Hak Interpelasi: Hingga Pukul 14.00 Surya Paloh Belum Penuhi Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Surya Paloh dan Panda Nababan sebagai saksi atas kasus suap DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan tersangka Budiman Pardamean Nadapdap.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 09 September 2016  |  14:14 WIB
Suap Hak Interpelasi: Hingga Pukul 14.00 Surya Paloh Belum Penuhi Panggilan KPK
Surya Paloh - BISNIS
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Hingga pukul 14.00 hari ini, Jumat (9/9/2016) belum ada tanda-tanda bahwa Surya Paloh dan Panda Nababan akan memenuhi panggilan KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Surya Paloh dan Panda Nababan sebagai saksi atas kasus suap DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan tersangka Budiman Pardamean Nadapdap.

Namun demikian, Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan pihaknya masih belum mendapat konfirmasi atas kehadiran dua politisi tersebut.

Yuyuk mengatakan hadirnya dua politisi tersebut sebagai saksi yang kelak akan meringankan tersangka.

"Ini direncanakan untuk meringankan. Penyidik memfasilitasi permintaan tersangka. Tapi, sampai siang ini belum ada konfirmasi datang atau tidak. Untuk keringanannya nanti dikonfirmasi penyidik. Akan dicocokkan dengan keterangan tersangka," ujar Yuyuk di Gedung KPK, Jumat (9/9/2016).

Budiman merupakan tersangka atas kasus dugaan menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatra Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya paloh gatot pujo nugroho interpelasi Panda Nababan
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top