Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pesawat Tenaga Surya Sukses 16 Bulan Keliling Dunia

Pesawat bertenaga surya Solar Impulse 2 berhasil menyelesaikan penerbangan mengelilingi dunia tanpa bahan bakar pertama pada Selasa (26/7/2016), kembali ke Abu Dhabi setelah perjalanan 16 bulan untuk menunjukkan potensi energi terbarukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2016  |  17:51 WIB
Pesawat Tenaga Surya Sukses 16 Bulan Keliling Dunia
Solar Impulse 2, pesawat bertenaga surya, terbang di atas Abu Dhabi saat persiapan untuk terbang keliling dunia, Kamis (26/2). Pesawat dengan rentang sayap 72 meter dan berat 2,3 ton yang memulai perjalanan 9 Maret 2015 itu hari ini mendarat kembali di Abu Dhabi, menyelesaikan perjalanan keliling dunia tanpa bahan bakar pertamanya. - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Pesawat bertenaga surya Solar Impulse 2 berhasil menyelesaikan penerbangan mengelilingi dunia tanpa bahan bakar pertama pada Selasa (26/7/2016), kembali ke Abu Dhabi setelah perjalanan 16 bulan untuk menunjukkan potensi energi terbarukan.

Solar Impulse 2 mendarat di ibu kota Uni Emirat Arab pada Selasa pukul 04.05 waktu setempat.

Pesawat itu pertama kali lepas landas dari Abu Dhabi pada 9 Maret 2015, memulai perjalanan sekitar 40.000 kilometer dengan waktu terbang hampir 500 jam.

Bertrand Piccard dan Andre Borschberg, warga Swiss pendiri proyek itu, bergantian memiloti pesawat, yang memiliki rentang sayap lebih besar dari Boeing 747 namun beratnya tidak lebih dari rata-rata berat mobil keluarga.

"Lebih dari sebuah pencapaian dalam sejarah penerbangan, Solar Impulse telah membuat sejarah dalam energi," Piccard, yang menjadi pilot untuk penerbangan terakhir pesawat itu, berkata kepada khalayak setelah mendarat.

"Saya yakin bahwa dalam 10 tahun mendatang kami akan melihat pesawat-pesawat listrik membawa 50 penumpang untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah," ujar dia dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Reuters.

Dia mengatakan, teknologi yang digunakan di Solar Impulse 2 dapat digunakan di darat dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi emisi karbon dioksida, gas rumah kaca utama yang disalahkan sebagai penyebab utama perubahan iklim.

Empat mesin pesawat yang digerakkan baling-baling itu menggunakan tenaga yang dihimpun oleh lebih dari 17.000 sel surya pada sayapnya dan kelebihan energinya disimpan dalam baterai-baterai.

Cuaca yang kurang bersahabat kadang menghambat penerbangan pesawat itu, menyebabkan pesawat itu tidak bisa terbang selama beberapa bulan di beberapa negara. Secara keseluruhan, pesawat itu berhenti 16 kali.

Kedua pilot juga menunjukkan stamina mental yang dibutuhkan untuk terbang dalam jarak jauh sendiri pada kecepatan jelajah tidak lebih dari 90 kilometer per jam dan ketinggian hingga 9.000 meter.

"Kami menghadapi lautan, kami harus membangun pemikiran ini, bukan hanya pesawat dan teknologinya," Piccard mengatakan kepada para wartawan.

Bagi kedua pilot itu, mendarat kembali di tempat mereka pertama kali lepas landas "hanyalah awal dari kelanjutan" perjalanan yang lebih jauh, ujar Piccard, yang tahun 1999 menjadi orang pertama yang mengitari Bumi tanpa henti menggunakan balon udara panas.

Di samping terus mempromosikan energi terbarukan, mereka berencana meluncurkan dewan internasional untuk memberikan nasihat kepada pemerintah dan mengembangkan penggunaan teknologi energi bersih yang baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga surya

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top