Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyidikan Perkara TPPU La Nyalla Terus Berjalan

Kejati Jatim Maruli Hutagalung memastikan masih terus mendalami perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 Juli 2016  |  15:09 WIB
Maruli Hutagalung saat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Papua - Antara/istimewa
Maruli Hutagalung saat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Papua - Antara/istimewa

Kabar24.com, JAKARTA – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) Maruli Hutagalung memastikan masih terus mendalami perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Rencananya Kejati Jatim akan memajukan perkara TPPU ke penuntutan apabila persidangan mengenai tindak pidana korupsi telah selesai.

“Ya lihat sidang ini [korupsi bansos] saja dulu selesai. Ini selesai, baru TPPU nya kita majukan,” kata Maruli di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (25/7/2016)

Tim penyidik kejaksaan mengatakan dugaan TPPU masih terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dana hibah dan bansos.

Penyidikan perkara ini sendiri dimulai pada akhir Mei 2016 berdasarkan laporan Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam laporannya, PPATK menyebutkan ada sejumlah transaksi mencurigakan senilai Rp100 miliar lebih di dalam rekening La Nyalla dan keluarganya.

Mengenai pemeriksaan atas rekening keluarga La Nyalla, mantan Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung ini tidak membantah ataupun membenarkan.

“Yang jelas penyidikannya masih berjalan. Apabila sudah selesai, maka akan ditingkatkan ke penuntutan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

la nyalla matalitti
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top