Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Persoalkan Penyanderaan WNI Terus Terjadi

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin penculikan terhadap WNI di luar negeri terjadi lagi yaitu menimpa tiga WNI yang terjadi di wilayah Malaysia, itu menandakan kewibawaan Indonesia dilecehkan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 11 Juli 2016  |  19:29 WIB
DPR Persoalkan Penyanderaan WNI Terus Terjadi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (keempat kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kanan) menerima kedatangan sejumlah anak buah kapal (ABK) yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf - Antara/M Agung Rajasa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin penculikan terhadap WNI di luar negeri terjadi lagi yaitu menimpa tiga WNI yang terjadi di wilayah Malaysia, itu menandakan kewibawaan Indonesia dilecehkan.

"Saya prihatin kenapa negara kita dilecehkan oleh orang atau kelompok. Itu artinya kewibawaan kita tidak dihitung," katanya di Jakarta, Senin (11/7/2016).

Abdul Kharis Almasyhari mengatakan yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah meningkatkan peran diplomasi dengan negara-negara sahabat. Selain itu menurut dia, Indonesia harus menunjukkan kekuatannya sehingga kewibawaan Indonesia dihitung oleh pihak luar.

"Tentu hal itu tidak instan (sekaligus) sehingga harus terus dilakukan," ujarnya.

Politisi PKS itu menilai kedua langkah itu rasional dilakukan karena pemerintah Indonesia tidak mungkin masuk wilayah negara lain untuk mengawasi WNI.

Selain itu menurut dia, pemerintah tidak mungkin mengawasi semua kapal Indonesia dan seluruh wilayah laut Indonesia selama 24 jam.

"Yang memungkinkan adalah meningkatkan kewibawaan agar mereka 'menghitung' kita," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI sudah memperoleh informasi ihwal tiga warga negara Indonesia yang disandera di perairan Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

"Kemlu masih terus berkomunikasi dengan berbagai sumber. Segera setelah semua terverifikasi, Menlu akan sampaikan statement resmi," kata Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemlu, Muhammad Iqbal, Minggu (10/7).

Kepolisian Lahad Datu juga telah memberikan pernyataan terkait dengan penyanderaan itu yaitu terjadi pada Sabtu (9/7) malam.

"Penculikan terjadi sekitar 3,5 mil dari Pantai Kampung Sinakut (Sabah)," ujar Komisaris Polisi Datuk Rashid Harun.

Lima penyandera, ujar dia, menggunakan perahu motor mendekati kapal ikan yang ditumpangi tujuh orang nelayan.

Menurut dia, tiga dari penyandera itu naik ke kapal, sementara dua lainnya menunggu, mereka diyakini bersenjatakan senapan M14 dan M16 serta M4 Karabin, dilengkapi peluncur granat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyanderaan WNI Disandera

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top