Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Jambi Musnahkan Empat Ton Daging Babi Ilegal

Sebanyak empat ton daging babi ilegal di Kota Jambi yang diamankan dari dalam rumah yang dijadikan tempat penyimpanan dimusnahkan oleh Pemkot Jambi dan Kepolisan, Jumat (17/6/2016).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juni 2016  |  19:15 WIB
Pemkot Jambi Musnahkan Empat Ton Daging Babi Ilegal
Ilustrasi: Daging oplosan
Bagikan

Kabar24.com, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi memutuskan untuk memusnahkan daging babi ilegal di wilayahnya.

Sebanyak empat ton daging babi ilegal di Kota Jambi yang diamankan dari dalam rumah yang dijadikan tempat penyimpanan dimusnahkan oleh Pemkot Jambi dan Kepolisan, Jumat (17/6/2016).

Daging babi ilegal tersebut dimusnahkan dengan cara ditimbun pada lubang dalam yang kemudian disiram karbol di tempat pembuangan akhir (TPA) Talang Gulo.

Wali Kota Jambi Sy Fasha yang menyaksikan pemusnahan daging tersebut mengatakan kasus penemuan daging babi ilegal itu terungkap pada penggerebekan pada 11 Juni 2016 sekitar pukul 14.15 WIB di rumah di Jalan Ir H Juanda Lrg Bersama RT 34 Kelurahan Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru.

"Saat ini proses hukumnya masih berjalan dan sedang ditangani oleh pihak Polresta Jambi. Pemusnahan ini juga disaksikan langsung oleh pemilik daging tersebut yang saat ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Fasha.

Sementara itu, Koordinator Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada Kementerian Pertanian Widarto mengapresiasi penemuan daging babi ilegal tersebut.

Menurut Widarto, kasus daging oplosan yang banyak ditemukan di pulau Jawa adalah banyak dipasok dari Sumatra salah satunya termasuk dari Jambi.

"Mudah-mudahan dengan temuan besar ini bisa mengurangi jumlah kasus daging oplosan di pulau Jawa, karena memang daging babi yang kemudian dioplos menjadi daging sapi itu banyak didatangkan dari Sumatra," katanya.

Kementerian akan terus memberikan pembinaan kepada para pedagang di berbagai daerah untuk menjaga kualitas daging yang dijual.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Dhoni Agustama mengatakan tersangka pemilik daging babi inisial TS dikenakan pasal 91 UU No 18 tahun 2009, sebagaimana diubah pada UU NO 41 tahun 2014 tentang peternakan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Kita juga bekerjasama dengan Dinas Peternakan untuk uji laboratorium di Bogor, apakah ada oplosan atau tidak," katanya.

Doni menambahkan tersangka sebelumnya juga pernah tertangkap oleh pihak Dinas Peternakan di Bakauheni, Lampung, saat akan mendistribusikan daging babi ke pulau Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jambi babi

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top