Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ijin Swalayan Mini di Kabupaten Tangerang Dibatasi? Ini Penjelasan Pemkab

Jangan pilih usaha swalayan mini di Kabupaten Tangerang? Daerah ini pada , Kamis (9/6/2016) mengumumkan memperketat pemberian izin usaha itu terutama yang berlokasi di dekat pasar tradisional.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 Juni 2016  |  13:08 WIB
Salah satu gerai  swalayan mini. - JIBI/Endang Muchtar
Salah satu gerai swalayan mini. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -  Jangan pilih usaha swalayan mini di  Kabupaten Tangerang?  Daerah ini pada , Kamis (9/6/2016) mengumumkan memperketat pemberian izin usaha itu terutama yang berlokasi  di dekat pasar tradisional.

"Demi  tercipta persaingan sehat," kata Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Tangerang Didin Syamsudin.

Pasalnya, Pemkab Tangerang  banyak mendapat laporan dari warga dan pedagang. Mereka  mengeluh tentang kedekatan swalayan mini  dengan pasar pedagang tradisional. Bahkan pihak pemda  juga menerima pengaduan dari warga tentang sejumlah swalayan mini tanpa izin dari instansi terkait.

Belakangan ini   swalayan mini di Kecamatan Cikupa, Sepatan, Kosambi, Balaraja, Pasar Kemis, Panongan, Curug dan Legok yang lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional, tumbuh subur.  Dari hasil pendataan ada sekitar 600 swalayan mini yang tersebar di 29 kecamatan.

Untuk itu, kini, Pemkab Tangerang  berupaya untuk menertibkan swalayan mini tanpa izin tersebut dengan melibatkan aparat Satpol PP dan petugas Badan Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Pemkab Tangerang.

Swalayan mini  di Kabupaten Tangerang ini tumbuh dan berkembang dengan pesat. Lantaran tujuannya untuk memasarkan usaha ekonomi mikro setempat. Namun, dalam perkembangannya,  berubah karena pengembangannya mematikan pedagang kecil. "Swalayan mini   dikuasai pengusaha ritel besar. Kami berharap jangan mematikan pedagang kecil."

"Kami  akan mendata  ulang , terutama swalayan mini yang belum mengantongi izin tersebut," ujar Didin.

Aparat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  akan diinstruksikan untuk aktif dalam pendataan ulang dan  bersinergi dengan instansi lain.

Menurut Didin,  kewajiban  pemerintah daerah adalah  membina pedagang kecil demi memasarkan hasil usaha kreatif dan produk pelaku ekonomi mikro dan menengah.

Jika pendataan ulang dan lokasi berjualan  berdekatan dengan pasar tradisional rampung,  izin  baru  swalayan mini dibatasi.  "Bila perlu tidak ada izin baru. Sebab   akan memicu keresahan pedagang kecil," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toko swalayan kabupaten tangerang

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top