BI Kediri Siapkan Uang Tunai Rp5 Triliun Lebaran Tahun Ini

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menyiapkan stok uang tunai Rp5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun selama Lebaran tahun ini. Jumlah itu meningkat dari dana yang disiapkan tahun lalu Rp3,98 triliun.\n
Sri Mas Sari | 02 Juni 2016 18:22 WIB
Ilustrasi - Reuters
Bisnis.com, KEDIRI -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menyiapkan stok uang tunai Rp5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun selama Lebaran tahun ini. Jumlah itu meningkat dari dana yang disiapkan tahun lalu Rp3,98 triliun.
 
Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto mengatakan tren kebutuhan uang tunai selalu meningkat. Realisasi uang keluar (outflow) 2014 senilai Rp3,45 triliun, lalu meningkat menjadi Rp4,1 triliun pada 2015. 
 
"Secara umum, ketersediaan dalam berbagai pecahan di Kantor Perwakilan BI Kediri mencukupi. Stok dapat ditambah apabila diperlukan," katanya, Kamis (2/6).
 
Beberapa bank umum, tutur dia, akan membuka layanan penukaran uang setiap Selasa dan Kamis pukul 09.00-10.00 WIB bagi masyarakat, tak terkecuali nonnasabah. Bank yang berpartisipasi akan memasang spanduk atau informasi layanan.
 
Namun, penukaran dibatasi Rp3,7 juta per orang, dengan perincian pecahan Rp20.000 sebanyak 1 pak senilai Rp2 juta, pecahan Rp10.000 sebanyak 1 pak senilai Rp1 juta, pecahan Rp5.000 sebanyak 1 pak senilai Rp500.000, dan pecahan Rp2.000 sebanyak 1 pak senilai Rp200.000. 
 
Selain itu, layanan kas keliling akan dilakukan bersama delapan bank umum di tempat strategis, seperti Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, setiap Sabtu pukul 16.00 WIB pada 11 Juni-2 Juli
 
Layanan kas keliling juga dilakukan bersama tiga bank umum di Kota Madiun dan Ponorogo di tempat keramaian publik setiap Rabu pukul 16.00 WIB pada 8-29 Juni
 
Kegiatan serupa juga dilakukan saat operasi pasar murni Tim Pengendali Inflasi Daerah (OPM TPID) setiap pukul 08.30 WIB pada hari kerja selama 8-28 Juni di lokasi yang akan ditentukan kemudian. 
 
Kendati demikian, bank sentral mengimbau masyarakat untuk menukar uang pecahan kecil sewajarnya. 
 
"Kami juga mengimbau masyarakat agar menukar di tempat-tempat yang resmi untuk menghindari diterimanya jumlah lembar dan nominal uang yang lebih rendah dan kemungkinan adanya uang palsu," tutur Djoko. 
 
BI pun berharap masyarakat memilih transaksi nontunai dengan menggunakan kartu ATM/kartu debit, uang elektronik, dan transaksi digital, seperti mobile banking atau sms banking

Kulkas terbaru Panasonic/dokumentasi

Tag : bank indonesia, lebaran, penukaran uang, kebutuhan uang tunai
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top