Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deputi Bidang Partisipasi KPPPA Sosialisasikan 3 Ends

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat yang baru dibentuk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA)mempunyai tiga program unggulan (Three Ends) untuk mengatasi masalah perempuan dan anak Indonesia.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 30 Mei 2016  |  18:48 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise berdoa di makam Putri Nur Fauziah seorang anak korban pembunuhan disertai tindak kejahatan asusila, di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10). - Antara
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise berdoa di makam Putri Nur Fauziah seorang anak korban pembunuhan disertai tindak kejahatan asusila, di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10). - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA -- Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat yang baru dibentuk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) mempunyai tiga program unggulan (Three Ends) untuk mengatasi masalah perempuan dan anak Indonesia.

"Upaya mewujudkan three ends tidak bisa dilakukan sendiri, tapi bersinergi, sehingga yang berat jadi ringan," kata Seputi Partisipasi Masyarakat KPPA Agustina Eni setelah acara pembukaan Temu Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (30/5/2016).

Ketiga program Three Ends itu adalah akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

Dari segi jumlah, kata Agustina Indonesia mempunyai potensi yang besar sekitar 50% penduduk Indonesia adalah perempuan dan anak-anak. "Usia produktivitas dari jumlah perempuan mencapai 65%.Peluang yang bbagus berperan pembangunan sosial, politik dan ekonomi," kata Agustina.

Sementara dari segi indeks kualitas, Indonesia masih rendah dari negara lain di Asia. Indek pembanguanan Indonesia (70 tahun) rendah dibandingkan Thailand, indeks umur Indonesia rendah dari Kamboja (61 tahun) Malaysia (75 tahun) dan Vietnam (76 tahun) yang nilai perbedaan indek umurnya sedikit. Dan indeks ekonomi Indonesia mencapai US$8970 pertahun, sedangkan Thailand mencapai US$13.000. "Kita berupaya meningkatkan kualitas perempuan untuk meningkatkan indek ekonomi Indonesia," kata Agustina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpai komisi perlindungan anak indonesia
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top