Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS-Rusia Tegang: Polandia Bantah Perisai Rudal Ancam Rusia

Polandia angkat suara atas kemarahan Rusia terkait instalisasi perisai rudal Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Mei 2016  |  22:05 WIB
Prajurit AS berjalan dekat peluncur rudal pertahanan Patriot saat latihan di pangkalan miliiter di Sochaczew, dekat Warsawa (21/3/2015). - Reuters/Franciszek Mazur/Agencja Gazeta
Prajurit AS berjalan dekat peluncur rudal pertahanan Patriot saat latihan di pangkalan miliiter di Sochaczew, dekat Warsawa (21/3/2015). - Reuters/Franciszek Mazur/Agencja Gazeta

Kabar24.com, WARSAWA - Polandia angkat suara atas kemarahan Rusia terkait instalisasi perisai rudal Amerika Serikat.

Perisai peluru kendali Amerika Serikat yang akan ditempatkan di Polandia tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan Rusia, menurut kantor berita Polandia yang dikelola negara, PAP, mengutip Menteri Luar Negeri Witold Waszczykowski, Minggu (29/5/2016).

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Jumat bahwa Polandia dan Rumania bisa menempatkan negaranya dalam jangkauan roket Rusia karena mereka menampung elemen dari perisai rudal AS yang dianggap Moskow sebagai ancaman bagi keamanannya.

"Presiden Putin harus tahu betul bahwa perisai antirudal di Polandia tidak memiliki relevansi dengan keamanan Rusia. Sistem ini adalah untuk mempertahankan Eropa dari serangan rudal dari Timur Tengah," kata Waszykowski kepada PAP dalam wawancara yang diterbitkan pada Minggu.

"Namun, kehadiran militer (di Polandia) dari Amerika dan pasukan multinasional NATO merupakan respons terhadap perilaku agresif pemerintah Rusia, yang menakutkan kami. Ini akan merupakan kehadiran yang bersifat pertahanan diri, bukan ancaman bagi Rusia," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin rudal AS-Rusia Perisai Rudal

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top