Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Skandal Panama Papers Melebar

Skandal Panama Papers menjadi melebar setelah database besar berisi dokumen-dokumen mengenai sekitar 200.000 akun offshore diposting online untuk publik hari ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Mei 2016  |  18:30 WIB
Papan nama Mossack Fonseca di Arango Orillac Building, Panama (3/4/2016). - Reuters/Carlos Jaso
Papan nama Mossack Fonseca di Arango Orillac Building, Panama (3/4/2016). - Reuters/Carlos Jaso

Kabar24.com, JAKARTA - Skandal Panama Papers menjadi melebar setelah database besar berisi dokumen-dokumen mengenai sekitar 200.000 akun offshore diposting online untuk publik hari ini, kata BBC dalam laporannya.

Database ini terbuka untuk akses publik sejak Selasa pukul 01.00 WIB lalu pada alamat offshoreleaks.icij.org.

Panama Papers menyingkapkan bagaimana orang-orang kaya memanfaatkan perusahaan-perusahaan offshore untuk menghindarkan tagihan pajak dan menghindari penalti atau sanksi.

Perusahaan offshore adalah entitas legal namun kerap difungsikan untuk menyembunyikan asal dan pemilik yang serta untuk menghindarkan kewajiban membayar pajak.

Dokumen itu aslinya milik firma hukum Panama Mossack Fonseca dan dibocorkan oleh seorang sumber yang kemudian hanya dikenal dengan sebutan "John Doe". Mossack Fonseca sendiri membantah telah melanggar hukum.

Konsorsium Wartawan Investigatif Internasional (ICIJ) tadinya menginginkan database mereka itu tertutup untuk publik, namun kemudian mereka memutuskan yang sebalikya.

Sekitar 2,6 terabyte data dari 11,5 juta dokumen awalnya diberikan kepada koran Jerman, Sueddeutsche Zeitung, oleh "John Doe" sekitar setahun lalu.

Koran Jerman itu kemudian membolehkan ICIJ untuk mengaksesnya. ICIJ menegaskan bahwa database online itu tidak akan menjadi banjir data konyol seperti digunakan oleh organisasi Wikileaks.

"Database ini tidak akan termasuk catatan rekening bank dan transaksi keuangan, email dan korespondensi lainnya, paspor dan nomor telepons. Informasi yang sudah terseleksi dan terbatas itu disiarkan demi kepentingan masyarakat," kata ICIJ seperti dikutip BBC.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Panama Papers

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top