Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Akan Pulang, 44 WNI Ditahan di Malaysia

Sebanyak 44 warga negara Indonesia (WNI) ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) saat hendak pulang ke Tanah Air secara ilegal menggunakan kapal di tenggara Pulau Jarak, Perak, Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Mei 2016  |  01:27 WIB
Saat Akan Pulang, 44 WNI Ditahan di Malaysia
Ilustrasi pemulangan TKI bermasalah melalui Nunukan, Kalimantan Utara - Antara/M Rusman
Bagikan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -  Sebanyak 44 warga negara Indonesia (WNI) ditahan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) saat hendak pulang ke Tanah Air secara ilegal menggunakan kapal di tenggara Pulau Jarak, Perak, Malaysia.

Puluhan WNI tersebut harus mengarungi lumpur selama sejam sebelum berenang menuju kapal yang telah menunggu sejauh satu kilometer dari pesisir pantai dan dikenai bayaran antara 500 hingga 800 ringgit per orang, demikian dilaporkan berbagai media setempat di Kuala Lumpur, Sabtu (30/4/2016).

Mereka ditahan Kapal Maritim (KM) Marlin dalam operasi khusus Satria Utara yang melihat kapal dalam keadaan mencurigakan dan bergerak menuju perbatasan perairan Indonesia.

Pejabat Maritim Daerah 3 Lumut, Kapten Maritim Zulinda Ramli mengatakan, warga yang ditahan itu terdiri atas 39 lelaki yang bersembunyi dalam kotak ikan dan lima wanita berada di bagian atas berusia antara 14 hingga 58 tahun.

"Pihak maritim mengejar kapal tersebut selama 30 menit. Mereka beralasan mau pulang menjenguk keluarga yang sakit," katanya.

Berdasar hasil pemeriksaan, seluruh WNI itu tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah dan kapal ditarik ke Pusat Tahanan Vessel, Kampung Baru, Sitiawan, katanya.

Para pendatang itu menggunakan cara ilegal untuk pulang karena lebih murah dibandingkan menggunakan saluran sah.

"Kami yakin ada sindikat yang mengurus untuk membawa keluar warga asing tersebut dengan menyediakan kendaraan untuk menaiki kapal 'barter trade' yang disediakan di Hutan Melintang dekat sini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tki malaysia

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top