Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM China Li Keqiang Tekankan Inovasi Bagi Pendidikan Tinggi

Perdana Menteri China Li Keqiang telah meminta lembaga pendidikan tinggi di negara itu untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi penelitian demi membantu pengembangan ekonomi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 April 2016  |  00:32 WIB
PERDANA MENTERI China Li Keqiang berjabat tangan dengan perwakilan pendidikan dari sejumlah wilayah di Beijing, 23 Juni 2014.  - REUTERS
PERDANA MENTERI China Li Keqiang berjabat tangan dengan perwakilan pendidikan dari sejumlah wilayah di Beijing, 23 Juni 2014. - REUTERS
PM China Li Keqiang Tekankan Inovasi Bagi Pendidikan Tinggi
 
Bisnis.com, BEIJING -- Perdana Menteri China Li Keqiang telah meminta lembaga pendidikan tinggi di negara itu untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi penelitian demi membantu pengembangan ekonomi.
 
Pernyataan ini dibuat Li pada hari Jumat selama kunjungannya ke Tsinghua dan Peking, dua universitas bergengsi di Beijing.
 
"Inovasi memerlukan upaya sendiri serta kemampuan untuk melihat ke, dan belajar dari, pengalaman maju dan konsep dari luar negeri," kata Li seperti yang dikutip Bisnis dari Xinhua Sabtu(16/4)
 
Li meminta perguruan tinggi dan juga lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi agar berkoordinasi lebih baik satu sama lain untuk menghindari penelitian secara paralel pada tingkat yang sama dan lebih efisien memanfaatkan sumber daya.
 
Li Keqiang menekankan harus adanya mekanisme yang lebih fleksibel untuk menarik ilmuwan berbakat dan memotivasi penelitian mereka, sehingga China akan memimpin di dunia dalam teknologi inti dan memberikan kontribusi pada kesehatan warga dunia.
 
Sementara berbicara dengan guru dan siswa di Sekolah Arsitektur, Li mendesak mereka memanfaatkan sepenuhnya bakat mereka bagi China yang tengah dalam fase tipe baru urbanisasi dan pembangunan pedesaan.
 
Selama kunjungannya ke Universitas Peking, Li mencatat bahwa saat ini, pembangunan ekonomi dan sosial menghadapi "banyak pilihan sulit," dan baik kontrol makroekonomi maupun peningkatan pembangunan mengandalkan kemajuan secar teoritis dan praktis.
 
Menurut Li, negara harus mempromosikan pengembangan ekonomi baru untuk merangsang kerja dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi kecepatan tinggi.
 
Di Sekolah Ilmu Matematika, Li mengatakan bahwa kekurangan China berada pada penelitian dasar, dan dalam hal ini ia mendesak universitas untuk memberikan prioritas penelitian matematika dasar dan memberikan dukungan jangka panjang bagi para peneliti, termasuk pendapatan yang layak dan stabil dan asuransi sosial.
 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pm china
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top