Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentagon Akan Pindahkan Tahanan Guantanamo

Pentagon berencana untuk memindahkan belasan tahanan dari penjara militer AS di Teluk Guantanamo ke sejumlah negara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Maret 2016  |  11:08 WIB
Pentagon Akan Pindahkan Tahanan Guantanamo
Ilustrasi - Antara
Bagikan
Kabar24.com, JAKARTA--Pentagon berencana untuk memindahkan belasan tahanan dari penjara militer AS di Teluk Guantanamo ke sejumlah negara.
 
Pemindahan itu seiring langkah pemerintahan Obama lebih lanjut untuk menutup fasilitas kontroversial yang disebut menjadi alat perekrutan para pejihad itu. Mereka dijadwalkan meninggalkan Guantanamo dalam beberapa pekan mendatang.
 
Namun, militer tidak mengungkapkan ke mana para tahanan akan dikirim.
 
Tariq Ba Odah, seorang pria Yaman yang melakukan mogok makan jangka panjang, adalah salah satu tahanan yang akan ditransfer, kata seorang pejabat sebagimana dikutip Reuters, Kamis (31/3/2016).
 
Saat ini masih ada 91 tahanan yang ditahan di Guantanamo, turun dari sekitar 800 pada tahun 2002.
 
Presiden Barack Obama mengatakan ingin mengirim para tahanan itu ke negara asal mereka atau ke penjara militer atau penjara sipil di Amerika Serikat.
 
Teluk Guantanamo terletak di pangkalan Angkatan Laut Amerika di tenggara Kuba. Mantan Presiden AS George W Bush membuka fasilitas ini untuk menanhan para tersangka teror warga asing yang ditangkap setelah serangan 9/11 di Amerika Serikat.
 
Salah satu kecaman utama dari kelompok hak asasi manusia adalah bahwa banyak yang ditahan di sana tanpa tuduhan atau pengadilan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tahanan pentagon
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top