Transaksi Valas di Jateng Turun 8,25%

Jumlah transaksi valuta asing melalui Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing atau KUPVA Bukan Bank di Jawa Tengah sepanjang 2015 mencapai Rp2,35 triliun.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 24 Februari 2016  |  15:32 WIB
Transaksi Valas di Jateng Turun 8,25%
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, SEMARANG--Jumlah transaksi valuta asing melalui Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing atau KUPVA Bukan Bank di Jawa Tengah sepanjang 2015 mencapai Rp2,35 triliun.

Bank Indonesia Jawa Tengah menghitung jumlah tersebut lebih rendah 8,25% secara tahunan, dibandingkan transaksi pada 2014 yang mencapai Rp2,57 triliun.

"Transaksi pembelian valuta asing selama 2015 turun 8,29% (y-o-y) dengan nilai sebesar Rp1,17 triliun. Adapaun pada 2014 mencapai Rp1,27 triliun," kata Kepala Perwakilan BI Jateng Iskandar Simorangkir dalam riset, Rabu (24/2/2015).

Kondisi yang sama juta terjadi pada transaski penjualan yang turun 8,74% (y-o-y), menjadi Rp1,18 triliun.

Berdasarkan jenis mata uang, dolar Amerika mendominasi transaksi dengan persentase 51,33%. Lalu, diikuti dolar Singapura (15,68%), ringgit Malaysia (6.09%), Euro (6,07%), dan yen Jepang (5,35%).

"Penggunaan dolar Amerika masih mendominasi transaksi sejalan dengan masih dominannya ekspor Jateng ke Amerika Serikat, serta penggunaan dolar Amerika sebagai mata uang internasional," tuturnya.

Dia melanjutkan penerbitan PBI No. 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah di Wilayah NKRI pada 31 Maret 2015 diperkirakan turut memengaruhi penurunan transaksi penukaran valuta asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bi jateng

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top