Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bareskrim: Saksi-saksi Kasus TPPI Berpeluang Jadi Tersangka

Badan Reserse Kriminal Polri tengah mengincar tersangka baru kasus dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara oleh Badan Pelaksana Migas ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).n
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 Februari 2016  |  14:55 WIB
Bareskrim: Saksi-saksi Kasus TPPI Berpeluang Jadi Tersangka
Kasus dugaan korupsi dan pencucian uang berawal ketika adanya penjualan kondensat bagian negara oleh SKK Migas kepada PT TPPI pada kurun waktu 2009 hingga 2010 dengan mekanisme penunjukan langsung. - energitoday
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Polri tengah mengincar tersangka baru kasus dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara oleh Badan Pelaksana Migas ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Saat ini Bareskrim sendiri sudah menahan dua tersangka kasus itu yakni mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan eks Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono. Sementara satu tersangka lainnya, eks Dirut TPPI Honggo Wendratno yang berada di Singapura bakal dijemput paksa.

Direktur Tipideksus Bareskrim Brigadir Jenderal Pol. Bambang Waskito mengatakan setelah berkas tiga tersangka dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum, langkah penyidik selanjutnya memulai penyidikan baru untuk menemukan tersangka lainnya.

"Kami lihat apakah pemeriksaan nanti melibatkan perusahaan atau orang lain. Kami pasti telusuri lagi," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Saat disinggung tersangka baru berasal dari pihak mana, Bambang enggan menyebutnya. Menurut dia hal itu masih didalami untuk mencari bukti-bukti kuat. Menurut Bambang, penyidik akan berpegang pada keterangan-ketersangan saksi dan audit BPK.

"Kami lihat nanti apakah melibatkan perusahaan atau orang lain. Kami akan panggil lagi saksi-saksi yang pernah diperiksa. Bisa saja masih berstatus saksi atau dengan cepat kami ajukan sebagai tersangka," katanya.

Kasus ini kembali bergulir setelah penyidik memperoleh audit kerugian negara kasus itu dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam audit itu, negara dirugikan senilai US$ 2,7 miliar.

Penyidik memerlukan audit tersebut untuk memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum agar berkas perkara dinyatakan lengkap sehingga dapat disidangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim tppi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top