Hong Kong Selidiki Hilangnya Pekerja Toko Buku Diduga Bermuatan Politis

Kepolisian Hong Kong melakukan investigasi atas laporan hilangnya beberapa orang yang terkait dengan distribusi buku bernuansa politis di salah satu toko buku di Hong Kong.
Shahnaz Yusuf | 02 Januari 2016 18:09 WIB
/jibi

Bisnis.com, HONG KONG – Kepolisian Hong Kong melakukan investigasi atas laporan hilangnya beberapa orang yang terkait dengan distribusi buku bernuansa politis di salah satu toko buku di Hong Kong.

Lee Bo, pemegang saham utama dari toko  buku Causeway Bay Books yang khusus menjual bacaan kritis atas Partai Komunis China telah menghilang sejak Jumat silam. Kejadian tersebut berselang seminggu setelah sebelumnya empat orang lain yang berkaitan dengan toko tersebut juga menghilang.

Sekretaris Utama Kepolisian Hong Kong Carrie Lam menyatakan bahwa pemerintah Hong Kong tetap membuka kemungkinan bahwa lima orang tersebut sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Meski demikian, dia menolak berkomentar lebih lanjut karena penyelidikan masih terus berlangsung.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (2/1/2016), media lokal South China Morning Post melaporkan tanpa sumber informasi bahwa Gui Minhai yang merupakan pemilik percetakan Mighty Current yang membawahi toko buku tersebut baru saja kembali dari Thailand. Gui termasuk salah satu orang yang menghilang.

Sementara itu, manager toko buku tersebut Lam Wing-kei, general manager percetakan Lui Bo dan manager bisnis percetakan Cheung Jiping masih hilang sejak dilaporkan pada 5 November 2015 silam.

Toko buku yang berdiri sejak 1994 tersebut cukup populer di kalangan wisatawan lokal China, yang merupakan material yang dilarang secara politis di China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai komunis china

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top