Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

15 Orang Jadi Korban Petasan Malam Tahun Baru di Bali

Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Januari 2016  |  13:00 WIB
15 Orang Jadi Korban Petasan Malam Tahun Baru di Bali

Bisnis.com, DENPASAR - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, mencatat sebanyak 15 pasien menjalani perawat intensif di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit itu, akibat kena "merecon", kembang api dan trauma tumpul saat perayaan malam tahun baru 2016.

Kepala Sub Bagian Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariyantha, saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat menjelaskan, ke-15 pasien tersebut hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Pasien tersebut ada yang masih menjalani perawatan dan observasi. Namun, ada juga yang sudah dipulang," ujar Kadek Nariyantha.

Ke-15 pasien tersebut yakni, Nyoman Bayu Krisna (8) terkena merecon disertai dengan trauma tumpul, Indra Rahmat wijaya terkena cairan spritus, Putu Aritama (10) terkena petasan dan trauma tumpul disertai ruptur kornea.

Kemudian, Muhammad Toriq (12) terkenakan percikan batu akibat ledakan merecon, Kadek Dipa Sanjaya (9) tangan terkena petasan, I Putu Kutang (5) terkena merecon pada mata, Dedi Jonata Saputra (8) tangan terkena kembang api.

Selanjutnya, I Made Wirawan (24) tangan terkena merecon, Dewa Nyoman Bisma (3) terkena merecon kedua tangan, Made Jelita (8) terkena petasan, Jefri Paridan Nugroho (20) akibat pemukul.

Selain itu, saat malam pergantian tahun, RSUP Sanglah menerima tiga pasien luka-luka akibat pemukulan yakni, Agus Sadikin (23), Riyan Hidayat (24) dan Arif Efendi (25).

"Kemudian, ada satu pasien yang masuk IGD Sanglah karena pemukulan atas nama Dewi Yustiani (16)," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petasan

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top