Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Pekalongan Targetkan Investasi Rp754,5 Miliar

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menargetkan realisasi investasi pada 2015 sebesar Rp754,5 miliar, kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pekalongan Zainul Hakim.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Oktober 2015  |  13:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berdialog dengan perajin di salah satu pabrik batik di Kelurahan Poncol, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (23/9). Ganjar meminta industri batik mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersertifikasi agar limbah batik tidak mencemari sungai di Kota Pekalongan. - Antara/Pradita Utama
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) berdialog dengan perajin di salah satu pabrik batik di Kelurahan Poncol, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (23/9). Ganjar meminta industri batik mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersertifikasi agar limbah batik tidak mencemari sungai di Kota Pekalongan. - Antara/Pradita Utama

Kabar24.com, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menargetkan realisasi investasi pada 2015 sebesar Rp754,5 miliar, kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pekalongan Zainul Hakim.

"Hingga September 2015, pencapaian realisasi investasi sudah mencapai Rp528,3 miliar sehingga kami optimistis target sebesar Rp754,5 miliar akan tercapai," katanya di Pekalongan, Minggu (18/10/2015).

Setiap tahun target realisasi investasi yang ditetapkan pemkot selalu terlampaui sehingga BPMP2T optimistis target yang sama akan terpenuhi. "Realisasi investasi pada 2014 tercapai Rp1,117 triliun dari target sebesar Rp667,9 miliar. Oleh karena, target investasi pada 2015 akan terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan berdasar Naskah Akademis Penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), telah ditetapkan target dan realisasi investasi yang dibutuhkan di Kota Pekalongan hingga 2025 adalah sebesar Rp1,6 triliun. "Angka itu berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,39%," katanya.

Ia mengatakan komposisi investasi Kota Pekalongan masih mengandalkan sektor perdagangan, jasa, dan industri. "Oleh karena, BPMP2T sebagai penyelenggara pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) telah menetapkan berbagai rencana aksi dan kebijakan untuk mendorong peningkatan investasi dengan cara memberikan kemudahan pelayanan perizinan," katanya.

Ia menambahkan saah satu langkah untuk mempermudah pelayanan perizinan adalah memberikan pelayanan secara elektronik (PSE), secara rutin melaksanakan penyederhanaan prosedur dan persyaratan perizinan terpadu, dan pengembangan aplikasi sistem manajemen pelayanan terpadu (SIMPADU).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pekalongan

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top