Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS SURIAH: Sekjen NATO Kecam Serangan Rusia

Turki dan anggota lain koalisi pimpinan AS di Suriah mengatakan serangan udara Rusia telah mengincar kelompok oposisi Suriah yang menentang Presiden Bashar al-Assad. Mereka menegaskan bahwa intervensi Rusia akan lebih meningkatkan konflik.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 05 Oktober 2015  |  23:35 WIB
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 - Reuters/RAF/MoD/Crown Copyright/Handout
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 - Reuters/RAF/MoD/Crown Copyright/Handout

Kabar24.com, BRUSSELS - Turki dan anggota lain koalisi pimpinan AS di Suriah mengatakan serangan udara Rusia telah mengincar kelompok oposisi Suriah yang menentang Presiden Bashar al-Assad. Mereka menegaskan bahwa intervensi Rusia akan lebih meningkatkan konflik.

Setelah bertemu Menteri Luar Negeri Turki di Brussels, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan serangan tersebut tidak dapat diterima.

"Tindakan Rusia tidak memberikan kontribusi bagi keamanan dan stabilitas kawasan," kata Stoltenberg dilansir dari BBC, Senin (5/10/2015).

Sementara itu, duta besar Inggris untuk Turki juga menyebutkan serangan tersebut sembarang dan mengkhawatirkan.

Sebelumnya, Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad.

Selain itu, hari ini Rusia mengatakan terus melakukan serangan kepada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.

Sebelumnya, Rusia telah memulai serangan udara di Suriah sejak Rabu (30/9/2015). Rusia menyebutkan pihaknya menargetkan ISIS dan kelompok ekstrimis lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis suriah ISIS

Sumber : BBC

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top