Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Exxon dan Chevron Diganjar Outlook Negatif

Standard & Poor's memangkas rating beberapa produsen minyak dan gas bumi raksasa dunia, termasuk Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. akibat anjloknya harga minyak mentah.nn
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 03 Oktober 2015  |  18:36 WIB
Exxon dan Chevron Diganjar Outlook Negatif
Harga minyak mentah Indonesia turun. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, CALGARY -- Standard & Poor's memangkas rating beberapa produsen minyak dan gas bumi raksasa dunia, termasuk Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. akibat anjloknya harga minyak mentah.

S&P memangkas rating Chesapeake Energy Corp., Denbury Resources and Whiting Petroleum Corp., dan memberikan outlook negatif untuk Chevron. Hal yang sama juga dialami oleh Exxon.

"Secara substansi, Exxon memiliki utang lebih banyak dibandingkan 2009, saat harga minyak juga tengah anjlok, sementara ongkos produksi di hulu berapa pada tingkat yang sama," kata analis S&P Thomas Watters dan Carin Dehne-Kiley seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (3/10/2015).

Dalam keterangannya, S&P menjelaskan rating yang diberikan tersebut mencerminkan perlindungan kredit yang rendah, arus kas negatif, dan ketidakpastian tentang likuiditas untuk 12 bulan ke depan.

Seperti diketahui, harga minyak telah anjlok 58% dari titik tertinggi tahun lalu dan mengancam investasi energi Amerika Utara yang mencapai US$1,5 triliun. Harga minyak mentah saat ini berada di kisaran US$45 per barel dan masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chevron exxon

Sumber : bloomberg

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top