Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS KORUPSI: ICW Minta Transparansi Polri

Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengajukan permintaan informasi publik terkait dengan kasus dugaan korupsi yang ditangani Kepolisian RI sejak 2010-2015
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 28 September 2015  |  12:00 WIB
Tak hanya itu, ICW juga akan meminta informasi detil terkait dengan lembaga yang menangani kasus tersebut.  - Bisnis.com
Tak hanya itu, ICW juga akan meminta informasi detil terkait dengan lembaga yang menangani kasus tersebut. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengajukan permintaan informasi publik terkait dengan kasus dugaan korupsi yang ditangani Kepolisian RI sejak 2010-2015.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menuturkan hal itu terkait dengan bantahan Humas Mabes Polri yang menyatakan pihaknya telah menangani 4.500 kasus korupsi. Sebelumnya, ICW menemukan bahwa sedikitnya 622 kasus perkara korupsi yang ditangani Polri dengan kerugian negara sekitar Rp3,3 triliun.

Oleh karena itu, papar Adnan, pihaknya mendorong transparansi pengelolaan penanganan kasus korupsi oleh Polri dan masyarakat dapat memantau kinerja aparat penegak hukum itu.

"ICW mengajukan permintaan informasi publik berupa nama perkara korupsi yang ditangani Kepolisian RI sejak semester I 2010 sampai semester I 2015," kata Adnan dalam keterangannya, Senin (28/9/2015).

Tak hanya itu, ICW juga akan meminta informasi detil terkait dengan lembaga yang menangani kasus tersebut yakni Bareskrim, Polda, Polwil atau Polres serta kerugian negara, dan perkembangan kasus. Organisasi itu menuturkan permintaan informasi itu berdasarkan pada UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK vs Polri
Editor : Fatkhul Maskur

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top