Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI MINA:Ulama Indonesia Sangat Didengar Pemerintah Arab Saudi. Ini Yang Harus Dilakukan Pemerintah RI

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Siti Mutiah Setiawati meyakini bahwa berbagai masukan yang disampaikan oleh pemerintah serta ulama Indonesia khususnya dalam menyikapi tragedi Mina akan lebih efektif dan lebih didengar oleh Pemerintah Arab Saudi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2015  |  15:33 WIB
Jemaah haji di Mina - Reuters
Jemaah haji di Mina - Reuters

Kabar24.com, YOGYAKARTA -Kalangan pengamat berpendapat bahwa suara Indonesia akan didengar pemerintah Arab Saudi terkait kasus Mina.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Siti Mutiah Setiawati meyakini bahwa berbagai masukan yang disampaikan oleh pemerintah serta ulama Indonesia khususnya dalam menyikapi tragedi Mina akan lebih efektif dan lebih didengar oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Indonesia sangat didengar oleh pemerintah Saudi, khususnya suara para ulama Indonesia yang memiliki hubungan baik dengan pejabat di sana," kata Siti Mutiah Setiawati di Yogyakarta, Minggu (27/9/2015).

Menurut dia, sebagai negara mayoritas berpenduduk Islam, Indonesia juga memiliki banyak ulama yang memiliki hubungan baik dengan para pejabat Kerajaan Arab saudi.

Oleh sebab itu berbagai masukan Indonesia yang diberikan mengenai tragedi yang menewaskan ratusan orang itu, kemungkinan besar dipertimbangkan.

"Sehingga tipikal Arab Saudi sebagai negara kerajaan yang tertutup bisa ditembus oleh Indonesia, termasuk untuk membicarakan persoalan manajemen haji," kata dia.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi lebih menyukai komunikasi antarpersonal dibanding komunikasi resmi antarpemerintah.

"Sehingga para ulama yang memiliki kedekatan dengan pejabat di sana seperti Hasyim Muzadi atau Maftuh Basyuni perlu dimanfaatkan," kata dia.

Dalam konteks itu, menurut dia, Indonesia memiliki peran strategis untuk mendorong keterbukaan Arab Saudi membicarakan kronologi tragedi di Mina, sehingga dapat segera dibahas di forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menurut Siti, tragedi yang telah menewaskan ratusan orang itu sepatutnya memang bukan lagi hanya menjadi urusan internal pemerintah Arab Saudi saja, melainkan perlu dievaluasi secara kolektif antar negara-negara Islam dunia yang tergabung dalam OKI.

"Ini tidak bisa lagi jadi urusan Saudi saja dengan membentuk tim investigasi sendiri," kata pengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tragedi mina

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top