Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI MINA: Jamaah Meninggal Karena Sesak Nafas Akut

Ratusan haji yang meninggal dunia dalam Tragedi Mina pada Kamis pagi waktu setempat lalu diyakini menghembuskan nafas terakhirnya bukan karena terinjak-injak, namun karena sesak yang akut, kata seorang pakar
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2015  |  07:18 WIB
Tenaga medis memberi pertolongan pertama pada korban insiden jemaah haji berdesakan di Mina Arab Saudi, Kamis (24/9/2015) - Reuters
Tenaga medis memberi pertolongan pertama pada korban insiden jemaah haji berdesakan di Mina Arab Saudi, Kamis (24/9/2015) - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Ratusan haji yang meninggal dunia dalam Tragedi Mina pada Kamis pagi waktu setempat lalu diyakini menghembuskan nafas terakhirnya bukan karena terinjak-injak, namun karena sesak yang akut, kata seorang pakar.

"Orang-orang saling menaiki tubuh orang hanya untuk bernafas. Ini seperti gelombang. Anda ke depan dan tiba-tiba ke belakang lagi," kata pakar pengendalian kerumunan Abdullah Lotfy dari Mesir. Tragedi Mina disebut sebagai tragedi haji terburuk dalam 25 tahun terakhir dan sepertinya memang terjadi karena dua gelombang massa haji yang besar bertemu di satu titik dari berbagai arah.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sendiri telah mengeluarkan miliaran dolar AS untuk mengakomodasi semakin membludaknya jemaah haji. Tetapi semakin banyak yang mengkritik bahwa manajemen yang lebih baik akan mencegah peristiwa seperti Kamis pagi itu terulang. Ini adalah kecelakaan terbesar kedua dalam musim haji ini setelah runtuhnya crance di Masjidil Haram yang menewaskan 111 orang dan melukai 400 orang, demikian laman scpr.org.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tragedi mina

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top