Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Alami Dehidrasi, Yellen Kembali Bertugas

Kepala Federal Reserve AS, Janet Yellen, akhirnya kembali bertugas pada Jumat (25/09/2015) setelah mendapatkan perawatan khusus akibat kehilangan konsentrasi saat pidato beberapa waktu lalu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 September 2015  |  12:10 WIB
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Janet Yellen.  - Reuters
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Janet Yellen. - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON—Kepala Federal Reserve AS, Janet Yellen, akhirnya kembali bertugas pada Jumat (25/09/2015) setelah mendapatkan perawatan khusus akibat kehilangan konsentrasi saat pidato beberapa waktu lalu.

Juru bicara Federal Reserve (Fed) menolak memberikan komentar mengenai kepastian apakah Yellen akan menemui dokter untuk melakukan pengecekan kesehatan lanjutan.

Menurut The Fed, Yellen tidak akan memberikan komentar apapun terkait kesehatannya mengenai dirinya yang mengalami dehidrasi saat berbicara hampir sejam lamanya di University of Massachusetts

Yellen yang berusia 69 tahun ini menerima bantuan medis di ruangan khusus di belakang panggung. Kemudian, setelahnya, dia menghadiri acara makan malam bersama petinggi universitas dan beberapa tamu special. Saat makan malam, menurut sumber yang hadir, Yellen tampak sehat dan banyak bicara.

Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara The Fed yang mengatakan Yellen dalam kondisi sehat.

Yellen adalah sosok yang paling kuat di bidang keuangan dunia dan isu kesehatannya datang pada waktu kritis bagi The Fed, yang tengah berdebat menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Pidatonya di kampus tersebut merupakan kali pertama sejak The Fed memutuskan menahan kenaikan suku bunganya.

Setelah pidato, Yellen kehilangan fokus sehingga dia mengulang beberapa kata dan memperlambat pidatonyanya. Kejadian ini akhirnya membuat tim darurat universitas tersebut membawanya ke belakang panggung.

"Jika Anda bertanya kepada saya, apakah mengkhawatirkan, saya pikir itu cukup mengkhawatirkan," kata Dr Andrew Stemer, asisten profesor neurologi dan radiologi di Georgetown University School of Medicine, seperti yang dilansir Reuters, Sabtu (26/09/2015).

Namun dia menambahkan sulit untuk memberikan diagnosis tanpa tes laboratorium, uji lab atau riwayat medis. "Saya berhati-hati dalam berspekulasi tentang hal-hal yang tidak bisa saya tahu. Saya yakin dia mendapatkan perawatan yang sangat baik dan dokternya pasti mengatasi hal ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed janet yellen

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top