Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI MINA: Fadli Zon Nilai Pemerintah Masih Teledor

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR yang saat ini menunaikan ibadah haji atas undangan Kerajaan Arab Saudi, mengatakan pemerintah Indonesia terbukti belum siap dalam menyelenggarakan ibadah haji 2015.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 25 September 2015  |  19:20 WIB
Mobil polisi menuju lokasi insiden jemaah haji saling desak dan terinjak-injak di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9/2015) - Reuters
Mobil polisi menuju lokasi insiden jemaah haji saling desak dan terinjak-injak di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9/2015) - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPR meminta pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan haji menyusul adanya indikasi ketidaksiapan dalam menangani kejadian luar biasa atau situasi darurat kebencanaan.

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR yang saat ini menunaikan ibadah haji atas undangan Kerajaan Arab Saudi, mengatakan pemerintah Indonesia terbukti belum siap dalam menyelenggarakan ibadah haji 2015.

“Masih banyak keteledoran dari pemerintah,” papar Fadli dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2015).

Sebagai contoh, paparnya, lambannya kedatangan petugas haji dari Indonesia yang siaga di tiap rumah sakit saat tragedi Mina yang menewaskan sedikitnya 717 orang dan melukai 863 orang lainnya.

Selain itu, papar Fadli, pemerintah Indonesia juga belum sepenuhnya menyiagakan petugas-petugas untuk menuntun para jamaah haji agar berada di jalur yang benar.

Padahal, papar Fadli, tragedi tersebut terjadi di Jalan Raya Arab 204 yang bukan menjadi jalan untuk jemaah Indonesia. “Mereka tersesat dan terbawa arus dari rombongan negara lain,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini ada empat jamaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Tiga di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.

Kementerian Agama mengonfirmasi, identitas tiga jamaah yang meninggal masing-masing Hamid Atwi Tarji dari Probolinggo, Jawa Timur, serta Busyaiyah Sahrel Abdul Gafar yang berangkat dari embarkasi Batam.

Adapun satu korban meninggal lainnya belum terindentifikasi. Identitas korban meninggal itu hanya dikenali dari busana dan kelengkapan yang dikenakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tragedi mina
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top