Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WABAH SALMONELLA: Ikut Menyebarkan, Bos Kacang Dipenjara 28 Tahun

Mantan pemilik perusahaan "Peanut Corporation of America" dihukum penjara 28 tahun oleh pengadilan federal, Senin, atas perannya dalam penyebaran wabah salmonella yang terkait dengan kematian sembilan orang.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 September 2015  |  11:48 WIB
Peanut Corporation of America. - REUTERS
Peanut Corporation of America. - REUTERS

Hasil gambar untuk Peanut Corporation of AmericaBisnis.com, ALBANY,  Amerika Serikat - Mantan pemilik perusahaan "Peanut Corporation of America" dihukum penjara 28 tahun oleh pengadilan federal, Senin (21/9/2015), atas perannya dalam penyebaran wabah salmonella yang terkait dengan kematian sembilan orang.

Dalam sebuah kasus kriminal yang langka tentang keracunan makanan, Stewart Parnell, mantan bos "Peanut Corporation of America", bersama saudara laki-lakinya bernama Michael Parnell yang bertugas sebagai makelar makanan untuk mewakili perusahaan, didakwa dengan tuduhan peraturan pusat mengenai persekongkolan pada September tahun lalu karena mereka mengirim kacang yang diketahui tercemar salmonella kepada konsumen.

Kontaminasi di pabrik perusahaan itu di Blakely, Georgia, telah menimbulkan salah satu operasi penarikan makanan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dan memaksa agar perusahaan itu ditutup.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kacang tanah

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top