Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Timur Tengah: Rusia Hadir di Suriah. Amerika dan Inggris Beda Pendapat

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang sedang berkunjung, mengadakan pembicaraan pada Sabtu di London dan memperlihatkan sikap berbeda mengenai keterlibatan Rusia dalam krisis Suriah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2015  |  09:21 WIB
Tank T-90 Rusia di Suriah - Wikipedia
Tank T-90 Rusia di Suriah - Wikipedia

Kabar24.com, LONDON  -- Kehadiran pasukan militer Rusia di Suriah menjadi bahan perbincangan menlu Inggris dan Amerika Serikat. 

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang sedang berkunjung, mengadakan pembicaraan pada Sabtu di London dan memperlihatkan sikap berbeda mengenai keterlibatan Rusia dalam krisis Suriah.

Setelah pertemuan di kediaman resmi Hammond, Kerry mengatakan menteri pertahanan Amerika Serikat dan Rusia telah mengadakan pembicaraan panjang-lebar melalui telepon mengenai perang melawan Negara Islam (IS), kata laporan media lokal.

Kerry, yang melakukan kunjungan resmi tiga-hari ke Inggris, mengatakan, "Apakah kita akan menyambut baik bantuan Rusia dalam memerangi ISIL? Tentu saja. Kami telah berbicara mengenai itu selama beberapa kali." "Tapi pihak lain ... ialah (Presiden Suriah Bashar) al-Assad dan bagaimana Anda menyelesaikan kenyataan bahwa ia menjadi magnit buat petempur asing untuk datang ke wilayah tersebut," ia menambahkan.

Pemerintah Inggris telah menjelaskan bahwa serangan udara di Suriah dipercaya perlu, dan rencana itu akan diserahkan ke parlemen untuk dilakukan pemungutan suara, kata Hammond.

"Kami telah mengkaji situasi dan kami akan terus berbicara dengan sekutu kami mengenai situasi militer di lapangan," kata Menteri Luar Negeri Inggris tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Jakarta, Minggu (20/9/2015) pagi.

Namun Hammond mengatakan situasi di Suriah menjadi makin rumit gara-gara keterlibatan Rusia.

"Saya kira kami perlu membahas ini sebagai bagian dari masalah yang jauh lebih besar: tekanan migrasi, krisis kemanusiaan di Suriah serta perlunya untuk mengalahkan ISIL," ia menambahkan.

Kerry menggambarkan fokus baru Rusia dalam memerangi gerilyawan IS sebagai peluang untuk mendorong penyelesaian politik, demikian laporan BBC.

Ditambahkannya, Kerry mengatakan "pangkal masalah" krisis migran saat ini di Eropa adalah kerusuhan di Suriah.

Ia mengatakan Amerika Serikat siap berunding, tapi belum mengetahui apakah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia siap untuk berunding.

Amerika Serikat telah menyeru Bashar agar pergi, tapi pada Sabtu Kerry kembali menegaskan posisi AS bahwa penggeseran itu "tidak harus terjadi pada hari pertama atau bulan pertama ... Ada proses saat semua pihak harus bersatu untuk mencapai kesepahaman mengenai cara ini dapat dicapai dengan cara terbaik", kata BBC.

Ia mengatakan pembicaraan di London meletakkan dasar bagi pertemuan mendatang di PBB mengenai Suriah. Kerry dijadwalkan mengunjungi Berlin pada Ahad.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis timur tengah

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top