Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Pembakar Lahan di Pelangiran Inhil Sudah Jadi Tersangka

Sebanyak 10 orang pelaku pembakaran lahan di wilayah Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 September 2015  |  13:41 WIB
Pembakaran lahan - Antara
Pembakaran lahan - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU Sebanyak 10 orang pelaku pembakaran lahan di wilayah Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Camat Pelangiran Sutarno Wardoyo mengatakan pemerintah sudah mengingatkan kepada pelaku pembakaran lahan bahwa upaya penegakan hukum terhadap pelaku terus dilakukan.

"Hasilnya saat ini sudah ada 10 orang warga dari kecamatan kami yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan, ini memang harus dilakukan untuk penegakan hukum," katanya, Sabtu (19/9/2015).

Sutarno mengatakan bila melihat kondisi pelaku dan melihat latar belakangnya, memang hal ini cukup miris karena sebagian besar pelaku hidup dengan kondisi pas-pasan dan berkemampuan ekonomi lemah.

Namun,  kata dia, kalau upaya penegakan hukum tidak dilakukan hal ini tidak memberikan efek jera dan dampak dari perilaku warga yang membakar lahan ini sangat merugikan tidak hanya bagi dirinya tetapi juga lingkungan sekitar yang terkena dampak berupa asap hasil pembakaran lahan itu.

Dia mengatakan pemerintah tidak melarang masyarakat atau warga untuk membuka lahan dan bercocok tanam, hanya yang dilarang adalah membuka lahan dengan cara dibakar.

"Jadi kalau ada yang bilang pemerintah larang masyarakat buka lahan itu tidak benar, yang benar itu pemerintah melarang melakukan pembakaran lahan apapun alasannya apakah untuk bercocok tanam atau alasan lain," katanya.

Adapun saat ini menurut Sutarno, wilayah Kecamatan Pelangiran telah dilakukan upaya dan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan dan hutan secara menyeluruh dengan partisipasi pemerintah daerah dan perusahaan setempat, sehingga mampu menekan jumlah titik api yang pada tahun sebelumnya cukup tinggi, tetapi saat ini hanya tersisa sangat sedikit.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap kebakaran hutan kabut asap riau
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top