Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS TIMUR TENGAH: Australia Didesak Dukung Rezim Al-Asaad

Penasihat senior Presiden Suriah Bashar al-Assad mendesak Australia dan Barat untuk bekerja dengan rezim Assad untuk mengatasi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 18 September 2015  |  19:38 WIB
Ilustrasi: Pemberontak  Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters
Ilustrasi: Pemberontak Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters

Kabar24.com, Australia - Penasihat senior Presiden Suriah Bashar al-Assad mendesak Australia dan Barat untuk bekerja dengan rezim Assad untuk mengatasi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (18/9/2015), dalam sebuah wawancara di Australia, Bouthaina Shaaban mengatakan negara barat tidak harus menentang presiden Al-Assad atau mengganggu politik Suriah.

Shaaban menyebutkan pimpinan koalisi Amerika Serikat hanya membuahkan sedikit hasil atas aksinya melawan ISIS. Komentar tersebut dilontarkan menanggapi Australia melancarkan serangan udara pertama di Suriah untuk melawan ISIS.

"Saya tidak berpikir koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat sampai sekarang telah melakukan pekerjaan yang nyata terhadap ISIS," kata Shaaban dalam sebuah wawancara kepada ABC, Kamis (17/9/2015) malam waktu Australia.

Dia juga berpesan untuk pemerintah Australia yang merupakan bagian dari koalisi militer internasional dan turut mengincar markas ISIS di Irak dan Suriah. Australia juga telah membombardir ISIS di Irak selama 12 bulan terakhir.

"Pesan saya untuk pemerintah Australia adalah mereka harus ada niat yang nyata untuk memerangi terorisme," katanya.

"Niat sebenarnya datang melalui koalisi dengan Rusia, Iran, Cina, pemerintah Suriah, dan semua negara dan pemerintah yang benar-benar tertarik bertempur melawan terorisme."

"Tidak ada perang sipil di Suriah. Hanya ada satu konflik antara rakyat Suriah dan pasukan ekstremis teroris," jelas Shaaban.

Sebelumnya, negara-negara barat dan oposisi Suriah memaksa untuk melengserkan Assad dari kursi Kepresidenan. Namun, Shaaban menolak untuk tunduk pada tekanan asing dan berkeras bahwa rakyat Suriah yang harus memutuskan apakah Assad harus mundur atau tidak.

Pemerintah Australia pekan ini telah menegaskan bakal terus melancarkan serangan udara dari Irak ke Suriah untuk menghancurkan ISIS.

Australia juga mengklaim 3 serangan udara yang dilakukan pada Senin (14/9/2015) telah menghancurkan sebuah pengangkut personel lapis baja dan tempat pengumpulan minyak mentah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis timur tengah

Sumber : Bbc.com

Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top