Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAMPAK ASAP: Asita Perkirakan Kerugian di Tiga Provinsi Rp5 Miliar/Hari

Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) memperkirakan kerugian sektor pariwisata akibat kabut asap di tiga provinsi terparah mencapai Rp5 miliar per hari.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 09 September 2015  |  05:25 WIB
Ilustrasi: Petugas Apron Movement Control (AMC) Bandara Sultan Thaha Jambi mengecek kondisi pesawat Susi Air jenis Caravan C.208B yang diparkir di landasan yang diselimuti kabut asap di Jambi, Kamis (3/9). - Antara
Ilustrasi: Petugas Apron Movement Control (AMC) Bandara Sultan Thaha Jambi mengecek kondisi pesawat Susi Air jenis Caravan C.208B yang diparkir di landasan yang diselimuti kabut asap di Jambi, Kamis (3/9). - Antara

Kabar24.com, PADANG - Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) memperkirakan kerugian sektor pariwisata akibat kabut asap di tiga provinsi terparah mencapai Rp5 miliar per hari.

Ketua Umum Asita Asnawi Bahar menyebutkan sedikitnya kerugian kabut asap di Sumatra Selatan, Jambi dan Riau untuk sektor pariwisata Rp5 miliar per hari dengan perkiraan jumlah wisatawan mancanegara 5.000 orang yang mendatangi daerah itu.

"Dengan asumsi spending money Rp1 juta saja sehari, dari 5.000 kunjungan wisatawan itu sudah rugi Rp5 miliar sehari," katanya di Padang, Selasa (8/9/2015).

Kerugian tersebut belum menghitung provinsi tetangga yang ikut terdampak kabut asap, seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.

Perkiraannya nilai kerugian yang ditimbulkan akibat bencana itu bisa jauh lebih besar.

Menurutnya, jika bencana kabut asap masih berlangsung panjang, maka dampaknya juga akan mengganggu perekonomian masyarakat secara luas, terutama sektor perdagangan dan UMKM.

Dia menuturkan agar sektor pariwisata tidak lumpuh, pelaku industri tengah mengakali para wisatawan asing tidak membatalkan kunjungan ke Indonesia.

Asita, imbuhnya, memfasilitasi kerjasama dengan industri hotel, restoran dan biro perjalanan untuk menjamin tidak ada pembatalan wisman yang berkunjung ke Tanah Air.

Strateginya adalah dengan berbagai promo dan penurunan tarif.

"Masa selama 18 tahun persoalannya belum lari dari kabut asap. Kami minta pemerintah benar-benar mengawal kondisi ini," ujarnya.

Asnawi pesimistis target kunjungan wisman 10 juta orang tahun ini bakal tercapai jika bencana kabut asap berlangsung lama. Termasuk juga untuk target perjalanan domestik sebesar 275 juta perjalanan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek memastikan kepala daerah di Sumatra melalui forum gubernur memprioritaskan penanganan dan penyelesaian bencana kabut asap.

"Kami [kepala daerah] sesuai instruksi presiden juga berkoordinasi dan mempercepat proses pemadaman api dan penanganan dampak kabut asap di sebagian besar Sumatra," katanya.

Dia mengakui dalam beberapa hari terakhir kualitas udara di daerahnya kian memburuk. Untuk itu, dia sudah menginstruksikan penyiagaan layanan kesehatan di tiap daerah serta pembagian masker kepada masyarakat mengantisipasi ISPA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asita Kabut Asap
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top