Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibintangi Aktris Seksi, Politisi Sebut Iklan Kontrasepsi Picu Pemerkosaan

Seorang politikus India mengklaim bahwa iklan alat pencegah kehamilan menggunakan bintang seksi akan semakin meningkatkan kasus pemerkosaan di negara tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 September 2015  |  08:05 WIB
Sunny Leone - indianexpress.com
Sunny Leone - indianexpress.com

Kabar24.com, JAKARTA-- Seorang politikus India mengklaim bahwa iklan alat pencegah kehamilan menggunakan bintang seksi akan semakin meningkatkan kasus pemerkosaan di negara tersebut.

Atul Kumar Anjan dari Partai Komunis India mengatakan iklan yang dibintangi Sunny Leone itu tidak harus ditampilkan di televisi dan koran.

"Jika iklan seperti ini ditunjukkan di televisi India dan di surat kabar, insiden pemerkosaan akan naik," kata Anjan saat berpidato di Negara Bagian Uttar Pradesh.

"Ini harus dihentikan."

Sunny Leone merupakan bintang film seksi keturunan Kanada yang telah membintangi beberapa film Bollywood dalam beberapa tahun terakhir. Dia memiliki banyak penggemar di India.

Pernyataan itu dikritik kelompok-kelompok perempuan dan membuat marah para penggemar Sunny Leone.

"Pemerkosaan disebabkan oleh kebejatan laki-laki serta kurangnya perhatian terhadap perempuan, bukan karena pornografi, wanita telanjang, atau yang lain," ucap Kavitha Krishnan, aktivis pejuang hak perempuan India.

Anjan baru-baru ini telah meminta maaf kepada para pendukung Leone. Namun, dia menuturkan masih tidak menyetujui iklan tersebut.

"Iklan Sunny Leone ini adalah vulgar, dan saya akan terus melawannya," kata Anjan, seperti dilansir BBC, Kamis (3/9/2015).

Sebelumnya, politikus menyalahkan jins ketat, rok pendek, bahkan mi pedas sebagai penyebab meningkatkan kasus-kasus pemerkosaan di India.

Pemerkosaan telah menjadi sorotan di India sejak Desember 2012, ketika mahasiswa berusia 23 tahun secara brutal diperkosa di bus di Ibu Kota New Delhi. Dia kemudian meninggal akibat cedera yang dideritanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kontrasepsi

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top