Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hubungan Diplomasi Indonesia Perlu Ditingkatkan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon mengimbau Presiden Joko Widodo untuk lebih meningkatkan hubungan diplomasi Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 14 Agustus 2015  |  23:04 WIB
Hubungan Diplomasi Indonesia Perlu Ditingkatkan
Presiden Joko Widodo menyampaikan Pidato Kenegaraan di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8). -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon mengimbau Presiden Joko Widodo untuk lebih meningkatkan hubungan diplomasi Indonesia.

Menurut dia, sejak dilantik Oktober tahun lalu, Jokowi baru mengunjungi beberapa negara. "Diplomasi kita masih kurang. Presiden masih terlalu bergantung ke satu dua negara," ucapnya di Jakarta pada Jumat (14/8/2015).

Fadli mengatakan hubungan diplomasi dengan banyak negara bisa sangat membantu ketika negara mengalami masalah.

Dengan hubungan yang dibina baik dengan banyak negara sahabat, lanjut politisi Parta Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, akan banyak bantuan yang datang ketika negara membutuhkan.

Selain itu, hubungan diplomasi dengan banyak negara dinilai Fadli sebagai cerminan sikap politik Indonesia yang menganut politik bebas aktif.

"Jadi, saya kira diplomasi harus ditingkatkan, seperti Bung Karno dulu, pergaulan pribadinya sangat kuat. Saat genting, kita butuh bantuan negara-negara sahabat baik," katanya.

Adapun dalam pidato kenegaraannya, Jokowi menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan politik luar negeri bebas aktif di hadapan para anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk melaksanakan politik bebas aktif tersebut antara lain dengan mengirim pasukan perdamaian ke berbagai negara, menjadi penengah konflik antar negara, serta memberikan kepemimpinan dalam pembuatan norma regional maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diplomasi
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top