Mauritius Munculkan Presiden Perempuan Pertama

Pemerintah Mauritius, Senin (1/6/2015), menunjuk Ameenah Gurib-Fakim sebagai presiden baru negara kepulauan di Samudera Hindia itu dan menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut.
Newswire | 02 Juni 2015 02:10 WIB
Ameenah-Gurib Fakim. - defimed.info

Kabar24.com, PORT LOUIS - Pemerintah Mauritius, Senin (1/6/2015), menunjuk Ameenah Gurib-Fakim sebagai presiden baru negara kepulauan di Samudera Hindia itu dan menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut.

Penunjukan Gurib-Fakim, seorang peneliti dan pakar biologi yang dikenal dunia internasional, harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan parlemen, yang dijadwalkan akan mengeluarkan keputusan pada Kamis.

Oposisi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penunjukan tersebut sehingga pemungutan suara hanya menjadi sebuah formalitas.

Pelantikan Gurib-Fakim diperkirakan akan berlangsung pada Jumat, kata para pejabat.

Gurib-Fakim (56 tahun) akan menjadi presiden perempuan pertama negara pulau itu, yang mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada 1968 dan mengganti Ratu Inggris Elizabeth II sebagai kepala negara pada 1992.

Mantan presiden Kailash Purryag, yang ditempatkan pada posisi itu oleh pemerintah sebelumnya, mengundurkan diri sebagai pemimpin negara pada Jumat.

Purryag menjabat sebagai presiden sejak Juli 2012, yaitu ketika ia ditunjuk oleh pemerintahan partai Buruh pimpinan mantan perdana menteri Navin Ramgoolam.

Kampanye partai Buruh yang berujung pada kemenangan itu didasarkan pada landasan reformasi perundang-undangan --terutama dengan proposal terpecah untuk memperkuat kekuasaan presiden.

Gurib-Fakim saat ini menjabat sebagai direktur Centre for Phytotheraphy Research (CEPHYR), yang melakukan penelitian terkait tanaman-tanaman untuk kosmetik, gizi dan terapi.

Ia adalah lulusan universitas Exeter dan Surrey di Inggris serta ketua departemen kimia organik di Universitas Mauritius dan pernah bekerja untuk Bank Dunia serta lembaga-lembaga internasional lainnya.

"Saya akan terus bekerja dalam aspek ilmu pengetahuan, tapi dengan cara yang berbeda," katanya kepada para wartawan setelah pencalonannya oleh pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mauritius

Sumber : Antara
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top