Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA Juga Akan Dijadikan Memory of the World

Tingginya nilai sejarah dan kontribusi berharga Konferensi Asia Afrika (KAA) juga menginisiasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajukan KAA untuk diakui dalam ingatan kolektif dunia atau Memory of the World (MoW.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 26 Mei 2015  |  12:13 WIB
Ilustrasi-Museum KAA di Bandung, Jawa Barat - Antara
Ilustrasi-Museum KAA di Bandung, Jawa Barat - Antara

Kabar24.com, JAKARTA– Tingginya nilai sejarah dan kontribusi berharga Konferensi Asia Afrika (KAA) juga menginisiasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajukan KAA untuk diakui dalam ingatan kolektif dunia atau Memory of the World (MoW) seiring dengan pengukuhan Kitab Negarakertagama dan Babad Dipanegara oleh UNESCO. Usulan ini juga didukung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama India, Pakistan, Srilanka dan Myanmar.

Menurut Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain KAA tahun 1955 merupakan peristiwa penting dalam sejarah dunia. Momen tersebut merepresentasikan kekuatan baru negara-negara bekas jajahan di Asia Afrika dan menawarkan sebuah alternatif tata dunia baru di tengah dominasi negara adikuasa.

KAA pun menjadi pemicu perjuangan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk memperjuangkan hak-hak kemerdekaan dan kedaulatan sebuah negara.

Selain itu, ada lima nilai universal yang tertuang dalam KAA 1955 yaitu perdamaian dunia, kemerdekaan, kebebasan, kesejahteraan umat manusia, dan internasionalisme.

"Nilai-nilai semangat yang tercipta dari penyelenggaraan KAA ini penting untuk dipahami oleh generasi muda karena melalui kesadaran atas warisan dokumenter seperti inilah kita dapat mengangkat jati diri bangsa Indonesia," katanya saat ditemui secara terpisah di Auditorium LIPI, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Ketua Dewan Pengurus Yayasan SDM Iptek Habibie Center Wardiman Djojonegoro meyakini UNESCO akan menyetujui pengajuan KAA yang secara politik kuat.

Pemerhati sejarah yang juga sukses mengantarkan Babad Diponegoro diakui sebagai MoW tahun 2013 ini menjelaskan nilai sejarah yang diakui MoW memberikan kebanggaan pada suatu bangsa.

"Lalu yang kita lakukan bisa melestarikan gedung yang terkait KAA dan melestarikan dari segi ilmiah ketika sudah menjadi warisan dunia. Jadi tahun ini saya harap KAA juga bisa dikukuhkan Indonesia sebagai Inisiator KAA oleh UNESCO" ucapnya.

Saat ini arsip Indonesia yang didaftarkan dan diterima dalam MoW antara lain tahun 2003 Arsip VOC usulan Belanda bersama lima negara yakni India, Indonesia, Afrika Selatan dan Srilanka, tahun 2011 I La Galigo usulan Indonesia dengan Belanda, tahun 2013 Babad Diponegoro usulan Indonesia dengan Belanda, dan tahun 2013 Negarakrtagama usulan Indonesia.

MoW atau ingatan dunia disahkan oleh sidang Pleno UNESCO 1995 dengan tujuan melestarikan arsip yang penting bagi kemanusiaan dan sejarah dengan ruang penyimpanan dan pemeliharaan yang baik. Selain itu menjamin akses publik kepada arsip itu atau dapat dibaca khalayak ramai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konferensi Asia Afrika KAA 2015
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top