Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEMATIAN PEGAWAI KKP: Polisi Belum Kaitkan ke Kasus Benjina

Markas Besar Kepolisian RI belum menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait kematian Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dobo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Yosef Sairlela, Sabtu pekan lalu.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 21 April 2015  |  13:27 WIB
Anak Buah Kapal (ABK) asal Myanmar, Laos dan Kamboja yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4). - Antara
Anak Buah Kapal (ABK) asal Myanmar, Laos dan Kamboja yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA--Markas Besar Kepolisian RI belum menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait kematian Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dobo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Yosef Sairlela, Sabtu pekan lalu.

"Masih mendalami otopsi latar belakang kenapa? Bunuh diri atau pembunuhan, kalau sudah ada motif jelas, motif bisa disamakan," kata Kepala Divisi Humas Anton Charliyan di Humas Polri, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Anton mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan penyelidikan terkait kematian Yosef tersebut. Menurut Anton untuk membuktikan ada atau tidaknya keterlibatan Yosef dalam kasus Benjina, perlu dikaji lebih jauh.

Anton melihat kematian Yosef merupakan kasus serius. "Otopsi masih dilakukan, masih penyelidikan," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, kematian Yosef diduga berkaitan dengan praktik perbudakan anak buah kapal asing di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. Yosef disebut mengetahui informasi tentang PT. Pusaka Benjina Resource yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara itu diketahui Yosef meninggal di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu pekan lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perbudakan Benjina
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top