Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA 2015: Jika 3 Hal ini Disepakati, Dunia Bakal Geger

Sukses penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang berlangsung di Indonesia, 19-24 April, sangat bergantung pada hasil yang disepakati para pemimpin negara Asia-Afrika.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 20 April 2015  |  08:10 WIB
Sejumlah bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 terpasang di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Selasa (14/4). - Antara
Sejumlah bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 terpasang di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Selasa (14/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Sukses penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang berlangsung di Indonesia, 19-24 April, sangat bergantung pada hasil yang disepakati para pemimpin negara Asia-Afrika.

Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, ada 3 hal yang harus disusun dengan baik oleh pemimpin negara Asia-Afrika.

"Jika berhasil, bisa membuat geger masyarakat Eropa dan global," ujar Hikmahanto.

Dia menjelaskan hal pertama yang harus dilakukan adalah negara Asia-Afrika harus berembuk bersama menyusun nilai-nilai universal yang sesuai dengan dinamika global saat ini.

Dahulu, KAA pertama di Bandung pada 1955 dianggap berhasil lantaran para pemimpinnya sukses menelurkan gagasan yang diterima warga dunia yakni menghentikan kolonialisasi.

Sementara, saat ini sebagian besar nilai universal yang diakui masyarakat dunia berasal dari Eropa. Padahal, paparnya, nilai-nilai universal baru dibutuhkan oleh masyarakat global saat ini, karena dapat berfungsi sebagai dasar hukum untuk menyelesaikan konflik antar negara.

Yang kedua, negara Asia-Afrika harus menyusun konsep melepaskan ketergantungan ekonomi terhadap negara-negara Barat.

Mantan Dekan Fakultas Hukum UI ini mencontohkan negara Eropa yang berhasil maju setelah mendapatkan bantuan finansial dari Bank Dunia selepas Perang Dunia Kedua.

Adapun saat ini, sebagian besar negara Asia-Afrika masih tergantung pada bantuan Bank Dunia. "Padahal sudah berpuluh-puluh tahun semenjak Bank Dunia mengucurkan bantuan finansial terhadap negara-negara ini," ujarnya.

Terakhir, negara Asia-Afrika harus berkomitmen menyelesaikan konflik di wilayah mereka tanpa campur tangan negara Barat. Meski dirasa sulit, Hikmahanto menilai upaya ini masih bisa ditempuh jika ketergantungan ekonomi negara Asia-Afrika terhadap barat tidak terlampau erat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KAA 2015

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top