Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA 2015: Minim Kepala Negara, Pemerintah Hemat Biaya Penyelenggaraan

Minimnya kepala negara yang hadir dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 membuat anggaran menyusut di bawah Rp200 miliar.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 19 April 2015  |  11:21 WIB
 Pramuka melakukan upacara penaikan bendera kenegaraan peserta Peringatan Konfrensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4). - Antara
Pramuka melakukan upacara penaikan bendera kenegaraan peserta Peringatan Konfrensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Minimnya kepala negara yang hadir dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 membuat anggaran menyusut di bawah Rp200 miliar.

Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan pagu awal anggaran KAA mencapai lebih dari Rp200 miliar. Namun, alokasi tersebut dibuat dengan asumsi kehadiran 109 kepala negara Asia Afrika ke Indonesia.

 

"Ini kan banyak kepala negara yang tidak bisa hadir. Jadi kita akan berkurang dari sisi protokoler, yang tadinya kepala negara menjadi perdana menteri, atau diganti dengan menteri senior," katanya di Jakarta Convention Center, Ahad (19/4).

Hingga hari ini, sudah ada 33 kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengkonfirmasi kehadiran, antara lain Brunei Darussalam, Jordania, Swaziland, Tiongkok, Korea Utara, Iran, Madagaskar, dan Malawi.

Selain itu, juga ada kepala negara atau kepala pemerintahan dari Myanmar, Namibia, Sudan, Timor Leste, Vietnam, Zimbabwe, Bangladesh, Kamboja, Mesir, Gabon, Malaysia, Nepal, Pakistan, Palestina, Singapura, dan Thailand.

Adapun Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma membatalkan kehadiran lantaran alasan dalam negeri dan akan diwakili oleh Wakil Presiden Afsel Cyril Ramaphosa.

Pratikno mencontohkan turunnya biaya protokol terjadi pada pos biaya akomodasi seperti hotel dan iringan mobil. "Dari sisi hotel, tadinya presidential suit menjadi suit, begitu saja. Iringan mobil menjadi berkurang, kalau presiden kan satu rombongan 9 mobil," ujarnya.

Selain itu, penyusutan anggaran juga terjadi pada pos keamanan delegasi KAA. Namun Pratikno tidak merinci berapa seberapa besar anggaran menyusut.

Penyelenggaraan KAA diproyeksi menelan dana Rp 181,3 miliar, sebanyak Rp 101,3 miliar ada pada pengelolaan Sekretariat Negara, Rp70 miliar ada pada pengelolaan Kementerian Luar Negeri. Sementara, Pemkot Bandung hanya mendapat Rp 10 miliar.

Untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran KAA ke-60, Pratikno menegaskan akan menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kita dari awal fokus untuk melibatkan BPKP karena penting untuk akuntabilitas".


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KAA 2015
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top