Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LIBYA MEMBARA, Milisi dan Pasukan Pro-Pemerintah Adu Senjata

Pertempuran sengit antara anggota milisi Fajar Libya dan pasukan pro-pemerintah berkecamuk pada Jumat (17/4/2015) di Ibu Kota Libya, Tripoli, kata beberapa saksi mata dan sumber militer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 April 2015  |  09:31 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, TRIPOLI -- Konflik dan adu senjata masih mewarnai Libya, setelah negara ini berhasil menumbangkan kekuasaan rezim Moammar Khadafi.

Pertempuran sengit antara anggota milisi Fajar Libya dan pasukan pro-pemerintah berkecamuk pada Jumat (17/4/2015) di Ibu Kota Libya, Tripoli, kata beberapa saksi mata dan sumber militer.

Pertempuran sengit tersebut meletus saat fajar di pinggiran timur Tripoli, Tajoura, kata seorang pejabat militer pro-pemerintah kepada Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

Beberapa saksi mata mengatakan pemboman secara membabi-buta terjadi di sejumlah daerah permukiman di sana, saat pertempuran berkecamuk terus.

Beberapa saksi mata juga mengatakan pemboman itu "menewaskan dan melukai beberapa orang".

Belum ada laporan medis yang mengkonfirmasi jumlah korban.

Sementara itu, pertempuran sengit terjadi di Azizia dan Az-Zahra di Tripoli Barat antara anggota Fajar Libya dan pasukan pro-pemerintah, yang berusaha bergerak maju ke Tripoli.

Ibu Kota Libya tersebut jatuh ke dalam kekuasaan Fajar Libya pada Agustus lalu. Koalisi Islam bersenjata itu mendirikan pemerintahnya sendiri untuk menghadapi pemerintah yang diakui oleh masyarakat internasional, yang saat ini berada di pengasingan di Kota Tobruk, Libya Timur.

Pasukan pro-pemerintah telah berusaha merebut kembali kendali atas ibu kota Libya dari milisi Fajar Libya sejak Maret.

Walaupun PBB menengahi beberapa pembicaraan perdamaian antar- pihak yang bertikai pada September lalu, bentrokan terus berkecamuk kendati gencatan senjata disepakati oleh semua pihak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top